Pada hari Kamis 13 November 2025, mahasiswa Universitas Pamulang mengadakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Tunas Media. Kegiatan yang mengusung tema "Peran Literasi Media Sosial dalam Membentuk Sikap Bijak Berinternet di SMK Tunas Media" ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya literasi media sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, siswa tidak hanya dituntut mampu menggunakan media sosial, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk bersikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital.
Saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, YouTube, hingga WhatsApp digunakan untuk berkomunikasi, mencari informasi, belajar, bahkan mengekspresikan kreativitas. Kemudahan tersebut membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk berkembang. Namun, di sisi lain, media sosial juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari penyebaran berita hoaks, cyberbullying, penipuan daring, hingga penggunaan media sosial yang berlebihan yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan prestasi belajar.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang menghadirkan kegiatan edukasi yang mengajak siswa memahami pentingnya literasi media sosial sebagai bekal menghadapi era digital. Literasi media sosial tidak hanya berarti mampu mengoperasikan aplikasi atau platform digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada orang lain.
Dalam sesi penyampaian materi, siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memverifikasi informasi sebelum membagikannya di media sosial. Mereka diajak untuk mengenali ciri-ciri berita hoaks, membedakan informasi yang valid dengan informasi yang menyesatkan, serta memahami pentingnya mencari sumber berita yang kredibel. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk kebiasaan berpikir kritis sehingga siswa tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar.
Selain membahas pentingnya menyaring informasi, kegiatan ini juga menekankan etika dalam bermedia sosial. Mahasiswa mengajak siswa untuk memahami bahwa dunia digital juga membutuhkan sikap saling menghargai sebagaimana dalam kehidupan nyata.
Menggunakan bahasa yang santun, menghormati perbedaan pendapat, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta menjaga privasi diri maupun orang lain merupakan bagian dari tanggung jawab setiap pengguna media sosial. Siswa juga diberikan gambaran mengenai konsekuensi hukum dari penyalahgunaan media sosial sehingga mereka lebih memahami pentingnya menggunakan internet secara bertanggung jawab.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta pembahasan studi kasus yang dekat dengan kehidupan siswa. Suasana belajar berlangsung aktif karena para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak untuk berpikir dan menemukan solusi terhadap berbagai persoalan yang sering muncul di dunia digital.

Lebih dari sekadar memberikan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan membentuk karakter siswa sebagai generasi digital yang cerdas dan bertanggung jawab. Literasi media sosial diharapkan mampu membantu siswa dalam mengambil keputusan secara bijak, mengendalikan diri saat menggunakan media sosial, serta membangun kebiasaan positif dalam berinteraksi di ruang digital. Dengan kemampuan tersebut, siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki etika dan kepedulian terhadap lingkungan digital yang sehat.
Mahasiswa Universitas Pamulang juga mendorong para siswa untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana yang produktif. Media sosial dapat digunakan sebagai media pembelajaran, tempat mengembangkan kreativitas, mempromosikan karya, membangun personal branding, hingga membuka peluang usaha sejak dini. Dengan pemanfaatan yang tepat, media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan masa depan.
Keberhasilan literasi media sosial tentu tidak dapat terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial di rumah. Di sisi lain, sekolah juga diharapkan terus menghadirkan program literasi digital yang berkelanjutan agar siswa memperoleh edukasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan tantangan dunia digital yang terus berubah.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi media sosial. Edukasi yang diberikan tidak hanya bertujuan menambah wawasan, tetapi juga membentuk sikap yang lebih bijak dalam menggunakan internet. Harapannya, siswa SMK Tunas Media dapat menjadi generasi yang kritis dalam menerima informasi, bertanggung jawab dalam berinteraksi di media sosial, serta mampu memanfaatkan teknologi digital untuk hal-hal yang positif, produktif, dan bermanfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


