Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) melaksanakan sosialisasi penggunaan mesin pengupas bawang kepada ibu-ibu PKK Desa Sumberpasir, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, pada 23 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi proses pengolahan bumbu sehingga dapat mendukung produktivitas rumah tangga maupun usaha kuliner skala kecil.
Aktivitas itu dilatarbelakangi oleh masih banyaknya masyarakat yang melakukan proses pengupasan bawang secara manual. Proses tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar, terutama saat mengolah bawang dalam jumlah banyak untuk kebutuhan usaha kuliner maupun kegiatan masyarakat.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN memperkenalkan mesin pengupas bawang sebagai teknologi tepat guna yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses pengolahan bumbu.

Demontrasi penggunaan Mesin Pengupas Bawang kepada peserta pelatihan (Sumber: Dokumentasi Tim Pelaksana
Demonstrasi Penggunaan Mesin Pengupas Bawang
Selama kegiatan, mahasiswa KKN menjelaskan prinsip kerja mesin sekaligus mendemonstrasikan cara penggunaannya secara langsung, mulai dari proses persiapan bahan, pengoperasian mesin, hingga hasil pengupasan bawang yang lebih cepat dan praktis.
Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dan memperoleh kesempatan untuk menyaksikan demonstrasi penggunaan mesin serta berdiskusi mengenai cara pengoperasian dan perawatannya.
Peserta juga diberikan penjelasan mengenai cara merawat mesin agar tetap awet dan aman digunakan. Suasana sosialisasi berlangsung santai dan interaktif.
Ibu-ibu PKK terlihat antusias mengikuti setiap sesi, bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan seputar penggunaan mesin dan manfaatnya jika diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.
Foto bersama peserta pelatihan selepas praktik penggunaan Mesin Pengupas Bawang (Sumber: Dokumentasi Tim Pelaksana)
Antusiasme Warga dan Manfaat Teknologi
Salah satu peserta kegiatan menyampaikan bahwa mesin pengupas bawang sangat membantu proses persiapan bahan masakan karena mampu menghemat waktu dan mengurangi kelelahan ketika mengolah bawang dalam jumlah besar.
"Biasanya kami mengupas bawang secara manual sehingga membutuhkan waktu cukup lama. Dengan adanya mesin ini pekerjaan menjadi lebih cepat dan ringan," ujar salah seorang anggota PKK Desa Sumberpasir.
Selain memperkenalkan cara penggunaan mesin, mahasiswa KKN juga mengajak peserta berdiskusi mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi tepat guna dalam meningkatkan produktivitas masyarakat.
Diskusi berlangsung interaktif dan menghasilkan berbagai masukan mengenai peluang pemanfaatan mesin pengupas bawang untuk mendukung usaha kuliner skala rumah tangga maupun UMKM desa.
Penggunaan alat sederhana seperti mesin pengupas bawang dinilai dapat menghemat waktu kerja, mengurangi tenaga yang dikeluarkan, serta membuat proses pengolahan bahan makanan menjadi lebih efisien.
Hal ini tentu dapat menjadi keuntungan bagi masyarakat yang memiliki usaha kuliner maupun yang ingin memulai usaha rumahan.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari seluruh peserta. Berdasarkan hasil diskusi selama sosialisasi, peserta menilai bahwa penggunaan mesin pengupas bawang dapat membantu mempercepat proses pengolahan bahan baku, mengurangi tenaga yang diperlukan, serta meningkatkan efisiensi produksi pada usaha kuliner skala rumah tangga.
Mereka mengaku tertarik dengan teknologi yang diperkenalkan karena dinilai mampu membantu pekerjaan menjadi lebih mudah. Beberapa peserta bahkan menyampaikan bahwa mesin seperti ini akan sangat bermanfaat ketika digunakan saat memasak dalam jumlah besar atau saat mempersiapkan pesanan usaha makanan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, mulai dari sesi penjelasan hingga demonstrasi penggunaan mesin.

Sosialisasi penggunaan Mesin Pengupas Bawang kepada peserta pelatihan (Sumber: Dokumentasi Tim Pelaksana
Dampak Program bagi Masyarakat
Ketua Tim KKN Universitas Negeri Malang menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat desa.
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan mesin pengupas bawang sebagai salah satu inovasi sederhana yang mampu meningkatkan efisiensi kerja sekaligus mendukung perkembangan usaha kuliner di Desa Sumberpasir," ujarnya.
Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa KKN Universitas Negeri Malang berharap penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi solusi dalam meningkatkan efisiensi proses pengolahan bahan pangan di tingkat rumah tangga maupun UMKM.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat terus berlanjut sehingga mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Desa Sumberpasir.
Program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui upaya meningkatkan produktivitas masyarakat dan mendukung pengembangan usaha rumahan yang lebih efisien.
Selain itu, program juga sejalan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) karena memperkenalkan teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


