belajar amdal dari dapur penyusunannya mahasiswa fkm umj menyelami praktik langsung di pkspl ipb - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar AMDAL dari Dapur Penyusunannya, Mahasiswa FKM UMJ Menyelami Praktik Langsung di PKSPL IPB

Belajar AMDAL dari Dapur Penyusunannya, Mahasiswa FKM UMJ Menyelami Praktik Langsung di PKSPL IPB
images info

Mahasiswa FKM UMJ Menyelami Praktik Langsung di PKSPL IPB. PKSPL IPB


Sebanyak 15 mahasiswa Peminatan Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ), tidak sekadar mempelajari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dari lembar peraturan atau ruang kuliah.

Pada Jumat (17/7/2026), mereka memasuki ruang yang selama ini menjadi "dapur" penyusunan dokumen lingkungan di Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) LRI-iMAR IPB University, Bogor.

Kunjungan akademik ini menjadi bagian dari pendalaman Mata Kuliah Penyusunan AMDAL, sekaligus mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi yang selama ini terlibat langsung dalam penyusunan berbagai dokumen AMDAL, UKL-UPL, hingga kajian sosial lingkungan untuk beragam proyek pembangunan di Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh perwakilan PKSPL IPB, Ari Gunawan, S.Pi., M.Si., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan dunia profesional dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang lingkungan.

baca juga

Menurutnya, tantangan pembangunan berkelanjutan membutuhkan tenaga ahli yang tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu menerjemahkan persoalan lingkungan ke dalam solusi yang dapat diterapkan di lapangan.

Dari pihak FKM UMJ, pengantar mengenai urgensi pembelajaran AMDAL disampaikan oleh Dr. Dadang Herdiansyah, SKM., M.Epid. beliau mengajak mahasiswa memandang AMDAL bukan sekadar dokumen administratif untuk memperoleh izin lingkungan, melainkan instrumen ilmiah yang menentukan bagaimana pembangunan dapat berlangsung tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan maupun kehidupan masyarakat.

Pandangan tersebut kemudian diperdalam melalui sesi pengantar AMDAL yang disampaikan Andy Afandy, S.Pi., M.M. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa penyusunan AMDAL merupakan proses yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, regulasi, komunikasi, hingga kemampuan membaca karakteristik wilayah. Setiap dokumen yang dihasilkan lahir dari rangkaian identifikasi dampak, pengumpulan data, analisis, serta penyusunan rekomendasi yang harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Mahasiswa juga diajak memahami bahwa kualitas sebuah AMDAL sangat bergantung pada kualitas data yang diperoleh di lapangan. Karena itu, penyusunan dokumen lingkungan tidak dapat dilakukan hanya melalui studi literatur, melainkan memerlukan verifikasi langsung terhadap kondisi biofisik, sosial, ekonomi, kesehatan masyarakat, hingga budaya masyarakat yang terdampak oleh suatu rencana usaha atau kegiatan.

Perspektif tersebut diperkuat melalui materi mengenai penggalian data sosial masyarakat yang dibawakan oleh Yoppie Christian, S.Sos., M.Si. Ia menjelaskan bahwa masyarakat bukan hanya objek yang terdampak pembangunan, melainkan pemilik pengetahuan lokal yang menjadi sumber informasi penting dalam proses penyusunan AMDAL.

Melalui berbagai contoh pengalaman lapangan, mahasiswa diperlihatkan bagaimana wawancara, observasi, diskusi kelompok, hingga pemetaan sosial dilakukan untuk memahami persepsi masyarakat terhadap suatu proyek. Pendekatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa dokumen AMDAL benar-benar mencerminkan kondisi nyata, bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif.

Diskusi semakin menarik ketika Dwianka Rahman Maisalda, S.Pi., M.Si., membawakan studi kasus penyusunan AMDAL berdasarkan pengalaman nyata. Berbeda dengan pembelajaran teoritis di ruang kelas, sesi ini mengajak mahasiswa menelusuri proses identifikasi dampak lingkungan, analisis risiko, penyusunan alternatif pengelolaan, hingga penyelesaian berbagai tantangan yang muncul selama proses penyusunan dokumen.

baca juga

Studi kasus tersebut menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik yang berbeda. Pendekatan yang berhasil diterapkan di satu daerah belum tentu dapat digunakan di daerah lain. Oleh karena itu, tenaga penyusun AMDAL dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, sekaligus mampu mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam proses pengambilan keputusan.

Transformasi digital dalam tata kelola lingkungan juga menjadi salah satu pembahasan utama melalui sesi yang disampaikan Muhammad Syafii, S.Pi. Mahasiswa dikenalkan dengan Sistem AMDALNET sebagai bagian dari implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dalam pelayanan persetujuan lingkungan.

Melalui demonstrasi langsung, peserta melihat bagaimana proses pengajuan dokumen, evaluasi, koordinasi antarinstansi, hingga persetujuan lingkungan kini dilakukan secara digital. Sistem tersebut tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta kemudahan pemantauan terhadap setiap tahapan penyusunan dokumen lingkungan.

Bagi mahasiswa, pengalaman ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana perkembangan teknologi telah mengubah cara pemerintah, konsultan, akademisi, dan pelaku usaha berkolaborasi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Tidak hanya memperoleh materi, mahasiswa juga memanfaatkan sesi diskusi interaktif untuk menggali lebih dalam mengenai peluang karier sebagai tenaga ahli lingkungan. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari kompetensi yang harus dipersiapkan, tantangan bekerja di lapangan, hingga peluang berkontribusi dalam penyusunan AMDAL di berbagai sektor pembangunan.

Interaksi tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan tenaga profesional di bidang lingkungan terus berkembang, seiring meningkatnya tuntutan pembangunan yang lebih bertanggung jawab terhadap aspek ekologis dan sosial. Kompetensi multidisiplin, kemampuan analisis data, komunikasi dengan masyarakat, serta penguasaan sistem digital menjadi bekal yang semakin dibutuhkan oleh calon tenaga ahli AMDAL.

Lebih dari sekadar kunjungan akademik, kegiatan ini menghadirkan ruang belajar yang mempertemukan teori dengan praktik. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah dokumen AMDAL disusun melalui proses yang panjang, melibatkan berbagai disiplin ilmu, serta mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan pembangunan, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi antara PKSPL LRI-iMAR IPB University dan FKM UMJ juga menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dengan lembaga profesional dalam mencetak lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Pembelajaran yang aplikatif seperti ini memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperluas perspektif mereka mengenai peran strategis kesehatan lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan akan pembangunan yang lebih ramah lingkungan, regenerasi tenaga ahli AMDAL menjadi investasi penting bagi masa depan Indonesia. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar menyusun dokumen lingkungan, tetapi juga memahami bahwa setiap analisis yang mereka lakukan kelak akan berkontribusi terhadap perlindungan ekosistem, kualitas hidup masyarakat, dan keberlanjutan pembangunan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Sebab, membangun masa depan yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi atau regulasi, tetapi juga dengan menyiapkan generasi muda yang memahami bahwa pembangunan terbaik adalah pembangunan yang tetap menjaga harmoni antara manusia dan lingkungannya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.