Sehari setelah gelaran Dakayu Malatua, kehangatan Pulau Maratua berlanjut lewat acara bakar-bakar ikan yang digelar pada Sabtu, 4 Juli 2026. Bertempat di tengah masyarakat, acara ini menjadi ajang silaturahmi santai, tetapi penuh makna antara Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" dengan warga setempat.
Mereka mengolah hasil tangkapan ikan segar, alunan musik, dan joget bersama hingga suasana kian meriah.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat dan mahasiswa untuk berkumpul dalam suasana yang hangat setelah rangkaian agenda budaya yang telah berlangsung selama beberapa hari sebelumnya.
Dengan memanfaatkan hasil tangkapan nelayan lokal, acara ini tidak hanya menghadirkan kebersamaan melalui santapan bersama, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap mata pencaharian utama sebagian besar masyarakat Pulau Maratua.
Suasana yang akrab dan penuh canda tawa mencerminkan eratnya hubungan sosial yang telah terjalin antara warga dan mahasiswa selama menjalani masa pengabdian.
Acara yang berlangsung sederhana ini justru menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian kegiatan tim di Pulau Maratua.
Warga dan mahasiswa KKN duduk berbaur tanpa sekat, saling berbagi cerita sembari menikmati ikan bakar hasil tangkapan nelayan setempat.
Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat di luar aktivitas program kerja. Interaksi yang terjalin secara alami membuat mahasiswa dapat memahami nilai-nilai gotong royong, keramahan, dan kebersamaan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pulau Maratua.
Di sisi lain, masyarakat juga menyambut kehadiran mahasiswa dengan sangat terbuka, sehingga tercipta hubungan yang saling mendukung dan penuh rasa kekeluargaan.
Momen kebersamaan tersebut menjadi cerminan nyata dari filosofi KKN itu sendiri: bahwa pengabdian tidak melulu soal program kerja di atas kertas, melainkan juga tentang membangun hubungan yang tulus dan setara dengan masyarakat.
Musik yang mengalun dan joget bersama sepanjang acara menghapus batas antara "tim pendatang" dan "warga tuan rumah", melebur menjadi satu kebersamaan yang hangat di bawah langit Pulau Maratua.
Tawa yang terdengar sepanjang kegiatan menjadi bukti bahwa hubungan yang terjalin tidak lagi sebatas hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, tetapi telah berkembang menjadi ikatan persaudaraan yang akan terus dikenang.
Salah satu anggota Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua", Imam Novariansyah, turut membagikan kesannya atas kemeriahan acara tersebut:
"Event ini sangat seru dan menjadi wadah silaturahmi yang sangat baik antara tim KKN dengan warga lokal, dan makanannya tentu saja enak," ujar Imam Novariansyah, Anggota Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua".
Acara bakar-bakar ikan menjadi penutup manis dari rangkaian kegiatan budaya di awal Juli 2026, sekaligus penegasan bahwa Tim KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Pulau Maratua.
Momen sederhana ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari program yang terlaksana, tetapi juga dari hubungan baik, rasa saling percaya, dan kenangan yang terbangun bersama masyarakat.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus terjaga bahkan setelah masa KKN berakhir, sebagai fondasi kolaborasi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


