taman kambang iwak taman kota peninggalan belanda yang jadi ruang berkumpul warga palembang - News | Good News From Indonesia 2026

Taman Kambang Iwak, Taman Kota Peninggalan Belanda yang Jadi Ruang Berkumpul Warga Palembang

Taman Kambang Iwak, Taman Kota Peninggalan Belanda yang Jadi Ruang Berkumpul Warga Palembang
images info

Dok. lontongstroong (Google Maps)


Kota Palembang menyimpan berbagai peninggalan bersejarah dari era kolonial yang masih berdiri dan menjalankan fungsi sosial bagi masyarakat hingga saat ini. Di antara deretan area permukiman tua di pusat kota, terdapat sebuah kawasan hijau yang menjadi tempat berkumpul favorit warga dari berbagai kalangan.

Taman Kambang Iwak membentang di antara Jalan Tasik dan Jalan Sutomo, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Kota Palembang, Sumatra Selatan. Keberadaan ruang terbuka hijau ini menyajikan lanskap pepohonan rindang yang berpadu dengan ketenangan area danau di tengah pemukiman.

Setiap pengunjung yang datang dapat melihat pepohonan trembesi besar yang tumbuh subur mengelilingi tepian air dan menciptakan suasana teduh di sekeliling taman. Suara burung di atas dahan pohon serta embusan angin sore menambah kenyamanan bagi siapa saja yang ingin melepas penat di tengah kota.

 

Sekilas Mengenai Taman Kambang Iwak

Pemerintah kolonial Belanda membangun kawasan ini pada awal tahun 1900-an sebagai sarana olahraga dan tempat rekreasi keluarga bagi warga keturunan asing di permukiman elit Talang Semut. Nama Kambang Iwak berasal dari bahasa setempat yang berarti kolam ikan, merujuk pada telaga yang berada di tengah area taman.

Taman ini memiliki luas lahan sekitar lima hektare yang mencakup dua bagian kolam, yaitu Kambang Iwak Besak dan Kambang Iwak Kecik. Selain berfungsi sebagai tempat rekreasi, danau buatan di tengah taman ini berperan penting sebagai kolam retensi untuk menampung luapan air hujan guna mencegah banjir di wilayah sekitarnya.

Kawasan ini pernah menjadi salah satu objek penilaian hingga Kota Palembang meraih penghargaan kota paling bersih di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2008. Pengelolaan lingkungan yang terjaga membuat area publik ini terus dimanfaatkan oleh masyarakat dari masa ke masa.

 

Daya Tarik Utama Taman Kambang Iwak

Daya tarik utama kawasan ini terletak pada lintasan lari yang mengelilingi danau retensi dan dimanfaatkan warga untuk berolahraga pada pagi serta sore hari. Area tepi danau yang luas menjadi titik berkumpul bagi berbagai komunitas lokal, seperti pegiat olahraga sepatu roda, skateboard, sepeda, hingga kelompok seni tari dan teater.

Di tengah danau terbentang sebuah jembatan sepanjang 200 meter yang menghubungkan area Jalan Tasik dengan Jalan Sutomo di seberangnya. Pengunjung dapat berjalan melintasi jembatan ini sambil melihat pemandangan permukaan air danau dan rindangnya pepohonan di sekeliling taman.

Saat malam hari, pertunjukan air pancur di tengah danau menjadi pemandangan yang menarik perhatian para pengunjung. Sorotan lampu berwarna-warni yang mengarah ke air pancur menciptakan pemandangan yang indah untuk dinikmati sambil duduk santai di tepi danau.

Pengelola menyediakan berbagai fasilitas pendukung di area taman, mulai dari arena bermain anak, tempat duduk, hingga akses internet gratis dan keran air minum. Di sekitar luar area taman, berjejer ragam penjaja kuliner lokal dan UMKM yang menjual makanan khas Palembang bagi para pelancong.

Masyarakat sekitar juga sering memanfaatkan sudut-sudut taman yang rindang untuk bersantai bersama keluarga pada akhir pekan. Keasrian vegetasi pohon tua yang terjaga menjadikan tempat ini sebagai salah satu paru-paru kota yang penting bagi warga Palembang.

 

Akses Menuju Taman Kambang Iwak

Lokasi Taman Kambang Iwak berada di kawasan pemukiman Talang Semut yang sangat mudah diakses dari berbagai sudut Kota Palembang. Wisatawan dapat mencapai tempat ini dengan menggunakan kendaraan pribadi, layanan transportasi daring, maupun angkutan umum kota.

Perjalanan dari pusat pemerintahan Kota Palembang atau area Jembatan Ampera menuju lokasi taman hanya membutuhkan waktu berkendara sekitar 10 hingga 15 menit. Jalan raya di sekeliling kawasan taman sudah teraspal mulus dan dilengkapi dengan penanda arah yang jelas.

Pengunjung yang membawa kendaraan pribadi dapat memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir resmi yang berada di sepanjang tepi Jalan Tasik. Jalur pejalan kaki yang lebar di sekeliling gerbang memudahkan wisatawan untuk langsung berjalan menuju area dalam taman.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kawasan ruang terbuka hijau Taman Kambang Iwak terbuka bagi kunjungan masyarakat umum setiap hari selama 24 jam penuh. Pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk untuk menikmati fasilitas atau berolahraga di area taman kota ini.

Wisatawan hanya perlu menyiapkan dana mandiri untuk biaya retribusi parkir kendaraan serta pembelian makanan atau minuman dari pedagang di sekitar lokasi.

Pemerintah setempat terus melakukan pemeliharaan berkala terhadap kebersihan dan keasrian vegetasi taman demi menjaga kenyamanan pengunjung. Setiap orang yang berkunjung diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan agar kelestarian cagar lingkungan ini tetap terjaga.

 

Ayo Berkunjung ke Taman Kambang Iwak!

Mendatangi Taman Kambang Iwak memberikan kesempatan untuk menikmati suasana segar di tengah pusat Kota Palembang yang bersejarah. Perpaduan antara danau retensi peninggalan Belanda dan rindangnya pepohonan trembesi menjadikan tempat ini sebagai lokasi rekreasi yang tepat bagi keluarga.

Bagi yang sedang merencanakan perjalanan di Kota Palembang, sempatkan waktu untuk mampir dan berolahraga di sekitar kawasan Talang Semut ini. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan area taman dan merawat fasilitas publik agar dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.