lebih dari seabad rel lampung penggerak konektivitas dan logistik sumatra bagian selatan - News | Good News From Indonesia 2026

Lebih dari Seabad Rel Lampung, Penggerak Konektivitas dan Logistik Sumatra Bagian Selatan

Lebih dari Seabad Rel Lampung, Penggerak Konektivitas dan Logistik Sumatra Bagian Selatan
images info

Stasiun Lampung/KAI


Kereta api telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perkembangan Lampung selama lebih dari satu abad. Jalur rel yang awalnya dibangun untuk mengangkut hasil bumi dan menghubungkan kawasan produksi dengan pelabuhan kini berkembang menjadi sarana penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang strategis di Sumatra bagian selatan.

Sejarah panjang tersebut semakin relevan di tengah dorongan pemerintah untuk memperkuat sistem transportasi nasional. Arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengembangan perkeretaapian menjadi salah satu prioritas pembangunan membuka peluang baru bagi penguatan konektivitas wilayah dan efisiensi logistik nasional.

Dari Jalur Hasil Bumi Menjadi Simpul Konektivitas Regional

Pembangunan jalur kereta api di Lampung dimulai pada tahun 1911 oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen (ZSS) pada masa kolonial Belanda. Kala itu, rel dibangun untuk menghubungkan Tanjungkarang dengan wilayah penghasil komoditas di Sumatra Selatan.

Dalam perkembangannya, jaringan rel tersambung dengan pelabuhan-pelabuhan penting seperti Panjang dan Tarahan. Konektivitas tersebut menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan dalam mendukung aktivitas ekonomi di wilayah selatan Sumatra.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sejarah perkeretaapian Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses dan memperkuat konektivitas wilayah.

“Sejarah rel di Lampung menunjukkan bahwa kereta api sejak awal hadir untuk membuka akses. Dari jalur hasil bumi, pelabuhan, hingga pusat permukiman, kereta api membentuk konektivitas yang sampai hari ini masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan ekonomi wilayah,” ujar Anne Purba.

Saat ini, wilayah operasi KAI di Lampung dan sebagian Sumatra Selatan memiliki jalur sepanjang 451,280 km’sp dengan 47 stasiun aktif. Jaringan tersebut menghubungkan Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Way Kanan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Muara Enim hingga Prabumulih.

Layani Hampir 500 Ribu Pelanggan dalam Lima Bulan

Peran kereta api sebagai sarana transportasi publik tetap menjadi kebutuhan masyarakat. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan kereta api di wilayah Lampung dan Sumatra Selatan melayani 498.104 pelanggan.

KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja PP menjadi layanan dengan jumlah pelanggan terbesar, yakni 312.937 pelanggan. Sementara KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati melayani 185.167 pelanggan selama periode yang sama.

Angka tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau untuk mobilitas antardaerah.

Selain melayani penumpang, KAI juga terus memperkuat layanan angkutan barang yang menjadi tulang punggung logistik Sumatra bagian selatan.

Angkut 11,4 Juta Ton Barang, Perkuat Daya Saing Wilayah

Sepanjang Januari–Mei 2026, KAI mencatat volume angkutan barang mencapai 11.437.080 ton melalui 4.029 perjalanan kereta api barang. Batu bara menjadi komoditas utama dengan volume mencapai 11.280.793 ton pada relasi Tanjung Enim Baru–Tarahan.

Selain batu bara, KAI juga mengangkut semen zak sebanyak 83.680 ton, BBM sebesar 52.593 ton, serta semen curah sebanyak 20.014 ton.

Besarnya volume angkutan tersebut memperlihatkan pentingnya posisi Lampung sebagai gerbang logistik di selatan Sumatra. Jalur rel yang menghubungkan kawasan produksi, industri, pelabuhan, hingga pusat konsumsi memberikan efisiensi distribusi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Anne, penguatan infrastruktur rel akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan dunia usaha.

“Potensi Lampung perlu dibaca dari peta konektivitasnya. Di sana terdapat pelabuhan, sentra industri, lintas penumpang, dan jalur barang dengan volume besar. Ketika rel diperkuat, manfaatnya dapat dirasakan melalui distribusi yang lebih efisien, mobilitas masyarakat yang lebih mudah, dan daya saing wilayah yang semakin baik,” kata Anne.

Ke depan, KAI melihat potensi besar pengembangan perkeretaapian Lampung untuk mendukung logistik energi, distribusi bahan bangunan, konektivitas pelabuhan, dan mobilitas masyarakat lintas provinsi.

KAI juga berkomitmen terus meningkatkan keselamatan perjalanan, keandalan operasional, serta kualitas layanan kepada pelanggan.

“KAI terus memperkuat keselamatan, keandalan operasi, dan kualitas layanan agar sejarah panjang rel di Lampung memberi manfaat yang semakin relevan. Kereta api bukan cerita masa lalu semata, melainkan bagian dari cara wilayah tumbuh, masyarakat terhubung, dan ekonomi bergerak lebih efisien,” tutup Anne.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.