indonesia mau perluas pasar manufaktur ke eurasia belarus jadi pintu gerbangnya - News | Good News From Indonesia 2026

Indonesia Mau Perluas Pasar Manufaktur ke Eurasia, Belarus Jadi Pintu Gerbangnya

Indonesia Mau Perluas Pasar Manufaktur ke Eurasia, Belarus Jadi Pintu Gerbangnya
images info

Dok. Vadim Sazanovich (Wikimedia)


Hubungan dagang antara Indonesia dan Belarus mulai diarahkan pada proyek manufaktur yang lebih spesifik. Pemerintah membidik potensi kerja sama di sektor alat berat, kendaraan tambang, kargo, serta mesin pertanian, mengingat negara di kawasan Eropa Timur tersebut memiliki rekam jejak produksi yang kuat di bidang armada berat.

Penjajakan ini dibahas dalam pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, dengan Menteri Perindustrian Belarus, Andrei Kuznetsov. Forum tersebut berjalan di sela agenda BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 yang berlangsung di Xiamen, Tiongkok.

Salah satu poin utama yang menjadi materi diskusi adalah rencana pengembangan fasilitas perakitan kendaraan Belarus di dalam negeri. Langkah ini direncanakan berjalan melalui skema kemitraan bersama pelaku usaha manufaktur domestik, sehingga ada proses transfer teknologi untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif dan alat berat nasional.

Pertemuan di Xiamen tersebut menjadi kelanjutan dari rangkaian dialog yang telah dirintis sebelumnya oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Wakil Perdana Menteri Belarus, Viktor Karankevich, di Jakarta. Melalui intensitas komunikasi ini, kedua pihak berupaya menyusun program kemitraan yang lebih implementatif.

 

Lonjakan Angka Ekspor dan Komoditas Tukar Guling

Secara historis, hubungan ekonomi kedua negara yang telah berjalan sejak tiga dekade lalu mencatatkan performa yang cukup stabil. Sepanjang tahun 2025, nilai perdagangan nonmigas antara Indonesia dan Belarus menyentuh angka USD 221,3 juta, dengan catatan nilai ekspor Indonesia yang melesat sebesar USD 79,6 juta atau tumbuh sebesar 82,57 persen jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.

Komoditas utama yang dikirim dari pelabuhan domestik ke pasar Belarus didominasi oleh produk olahan kelapa sawit, komponen elektronik, hasil perikanan, tekstil, hingga komoditas perkebunan seperti kopi, kakao, dan teh.

Sebaliknya, arus pasokan dari Belarus yang masuk ke pasar dalam negeri berupa produk pupuk untuk sektor pertanian, bahan kimia, alat ukur, serta pasokan mesin traktor.

Di sektor investasi langsung, Belarus juga mencatatkan tren pertumbuhan positif sebesar 15,6 persen pada periode tahun 2023 hingga 2025. Nilai investasi rata-rata berada di kisaran USD 5,3 juta, yang menjadi modal awal untuk memperluas cakupan bisnis ke sektor manufaktur lain yang lebih padat modal.

 

Penyusunan Payung Hukum Bebas Tarif

Guna memberikan kepastian regulasi bagi para pelaku usaha, kedua negara saat ini sedang melakukan percepatan finalisasi dokumen Memorandum of Understanding (MoU) on Industrial Cooperation. Nota kesepahaman ini adalah landasan hukum untuk memayungi kolaborasi di sektor prioritas, mulai dari industri berbasis agro, kendaraan listrik, alat kesehatan, farmasi, hingga standardisasi Industri 4.0.

Targetnya, dokumen kerja sama ini sudah berada dalam status siap untuk ditandatangani pada momentum kunjungan resmi Presiden Belarus ke Indonesia.

Selain penyusunan nota kesepahaman bilateral, instrumen perdagangan lain yang sedang berjalan adalah implementasi kesepakatan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) yang telah disepakati bersama.

Perjanjian dagang ini memuat klausul pemberian tarif preferensial bagi lebih dari 90 persen produk perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU, termasuk Belarus di dalamnya.

Pemerintah saat ini sedang mendorong penyelesaian proses ratifikasi domestik agar pemotongan tarif tersebut bisa segera dimanfaatkan oleh para pelaku ekspor.

Sebagai langkah promosi lanjutan, Indonesia juga menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi sebagai Partner Country pada ajang Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia.

Keikutsertaan ini dimanfaatkan sebagai panggung untuk mengenalkan kapasitas manufaktur nasional sekaligus menarik minat investasi dari para mitra strategis di kawasan Eurasia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.