nilai tukar rupiah ke dolar hari ini 17 juni 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (17 Juni 2026), Ini Konversinya

Nilai Tukar Rupiah ke Dolar Hari Ini (17 Juni 2026), Ini Konversinya
images info

pxhere | Mohamad Trilaksono


Nilai tukar rupiah atas dolar cenderung sangat fluktuatif. Melansir dari situs Bloomberg, Hari Ini Rabu (17/6/2026) pukul 11.38 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp17.747 per 1 USD.

Angka ini mengalami sedikit penguatan jika dibandingkan dengan kondisi beberapa minggu lalu yang mencapai Rp18.000. Meski begitu, kondisi rupiah masih berada di lingkaran pelemahan dan terus fluktuatif.

Pelemahan rupiah disebabkan oleh faktor global dan domestik yang datang bersamaan. Kondisi geopolitik global yang masih memanas, menekan nilai rupiah.

Ditambah dengan suku bunga acuan AS yang relatif tinggi, hal ini membuat banyak investor memindahkan dana karena dirasa menjadi safe haven. Selain itu, jalur logistik yang terganggu berakibat pada kenaikan harga minyak dunia.

Pada kondisi domestik, ketergantungan terhadap impor serta beban subsidi yang semakin meningkat, juga turut memberatkan rupiah.

baca juga

Kurs 1 USD Hari Ini Berapa Rupiah?

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, kurs transaksi rupiah atas dolar Hari Ini Rabu (17/6/2026) berada di angka Rp17.807,60 per 1 USD untuk kurs jual. Sedangkan untuk kurs beli, berada di angka Rp17.630,40 per 1 USD.

Diagram Kurs Rupiah Hari Ini, 17 Juni 2026 (Bank Indonesia)
info gambar

Diagram Kurs Rupiah Hari Ini, 17 Juni 2026 (Bank Indonesia)


Langkah untuk Memperkuat dan Mencapai Stabilitas Rupiah

Dilansir dari situs ANTARA, Muhammad Amru Syifa selaku Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), mengatakan bahwa keputusan Bank Indonesia menaikan suku bunga acuan menjadi 5,50% mendapatkan respon positif pasar.

Respon positif dari investor asing juga turut meningkatkan minat terhadap aset domestik dan menjaga optimisme pelaku pasar terhadap pasar Indonesia. Sehingga, respon tersebut berdampak pada pergerakan rupiah yang mengalami penguatan.

Selain itu, langkah lainnya juga dilakukan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Mengutip dari situs Bank Indonesia, BI melakukan kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement dengan People’s Bank of China (PBOC).

Kerja sama ini merupakan komitmen dari kedua bank sentral untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, serta meningkatkan konektivitas pembayaran lintas batas negara.

Kerja sama ini memiliki tiga capain utama, yaitu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Local Currency Transaction (LCT) yang mencakup Indonesia dan Hong Kong, oleh Gubernur BI, Gubernur PBOC, serta Chief Executive Hong Kong Monetary Authority (HKMA). 

Penandatangan MoU tersebut dilakukan untuk memperkuat kerangka LCT yang telah ada dan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung integrasi pasar keuangan regional yang lebih mendalam.

Peluncuran implementasi pembayaran QR lintas batas Indonesia—Tiongkok oleh BI dan PBOC. Implementasi pembayaran ini didukung oleh kerangka LCT. Langkah ini memungkinkan terjadinya transaksi ritel lintas batas yang lebih mudah, cepat, efisien, inklusif, dan andal.

baca juga

Sekaligus mendukung konektivitas ekonomi digital yang lebih erat antar kedua negara. Jumlah penyedia sistem pembayaran QR lintas batas ini mencapai 191 di Tiongkok dan 24 di Indonesia.

Lalu capaian yang terakhir, yaitu penetapan resmi Bank Mandiri sebagai peserta langsung (direct participan) dalam Cross-border Interbank Payment System (CIPS). CIPS adalah sistem pembayaran lintas batas milik Tiongkok.

Partisipasi Bank Mandiri ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses kliring dan penyelesaian transaksi Indonesia-Tiongkok. Selain itu juga untuk memperkuat ketahanan infrastruktur pembayaran lintas batas.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.