Halo Kawan GNFI, tahukah Kawan bahwa serial One Piece ternyata banyak menyimpan kejutan manis bagi para penggemarnya di Indonesia? Fiksi garapan Eiichiro Oda yang telah menjadi fenomena pop culture ini ternyata menyisipkan berbagai inspirasi dari sejarah Indonesia.
Tentunya menemukan elemen Indonesia di dalam One Piece memberikan kebanggaan tersendiri. Untuk Kawan GNFI yang suka dengan serial ini, Kawan pasti menyadari detail-detail yang familiar saat menonton anime bajak laut ini.
Mulai dari keindahan arsitektur bangunan adat, pesona flora dan fauna endemik, hingga kemiripan tokoh legendaris dengan sejarah kerajaan Nusantara di masa lampau, semuanya diracik secara cantik dalam petualangan epik Monkey D. Luffy. Simak artikel ini sampai tuntas, ya!
Pesona Arsitektur dan Pakaian Adat Indonesia di Dunia One Piece
Kawan GNFI pasti ingat dengan sosok God Enel, sang penguasa Pulau Langit yang punya kekuatan petir. Jika diperhatikan secara saksama, karakter antagonis ini mengenakan celana dengan corak yang identik dengan motif batik parang khas Jawa Tengah.
Tidak hanya dari segi busana dari Enel, ia juga punya ciri fisik yang familiar dengan budaya Indonesia. Ia memiliki cuping telinga memanjang yang ternyata jadi tradisi khas suku Dayak di Kalimantan Timur. Ditambah lagi, suku Shandia di Pulau Langit juga punya vibes kebudayaan suku Dayak dengan tombak dan tameng kayu mereka.
Selain meminjam elemen pakaian dan ciri fisik, arsitektur Indonesia juga diadopsi oleh serial ini. Di mana markas besar Bajak Laut Manusia Ikan atau Arlong Park memiliki bentuk menara utama yang menyerupai bangunan pura di Bali maupun Jawa.
Lebih menakjubkannya lagi, Eiichiro Oda secara gamblang menghadirkan deretan Rumah Gadang khas Sumatra Barat pada komik chapter 814. Bangunan beratap melengkung layaknya tanduk kerbau tersebut jadi latar tempat di Pulau Zou yang dihuni oleh suku Mink.
Jejak Geografi, Flora, dan Fauna Indonesia di One Piece
Selain kekayaan arsitektur dan tradisi, bentang alam Indonesia nyatanya juga turut jadi sumber inspirasi di One Piece. Kawan GNFI tentu tidak asing dengan keberadaan Pulau Jaya yang muncul dalam rangkaian cerita menuju Pulau Langit, kan?
Jadi, konsep pulau fiktif yang terbelah jadi dua bagian ini memiliki kemiripan sejarah dan geografis dengan Pulau Papua yang dulunya bernama Irian Jaya.
Kesamaan ini semakin diperkuat dengan adanya kisah tentang gunung emas legendaris di Pulau Jaya yang dirampas oleh Enel. Seolah-olah merujuk langsung pada keberadaan tambang Grasberg di Papua.
Beralih pada kekayaan ragam hayatinya, keragaman flora dan fauna endemik Indonesia rupanya juga muncul di One Piece. Salah satu contohnya adalah jurus milik Usopp yang bernama Midoriboshi: Rafflesia. Jurus ini secara langsung merujuk kepada bunga endemik Indonesia yang berasal dari Sumatra.
Selain itu, fauna khas Indonesia juga unjuk gigi lewat eksistensi South Bird. Burung dengan wujud jambul dan paruh besarnya ini terinspirasi dari Burung Enggang atau Rangkong asal Kalimantan. Tidak ketinggalan, wujud Camie juga dikonfirmasi berasal dari spesies Kissing Gourami yang banyak ditemukan di perairan Indonesia.
Kesamaan Sejarah dan Kekayaan Linguistik Indonesia di One Piece
Beralih ke aspek sejarah, ada sebuah teori yang populer di kalangan penggemar One Piece di Indonesia. Sosok misterius nan legendaris bernama Joy Boy diyakini kuat terinspirasi dari Raja Joyoboyo asal Nusantara.
Walaupun hanya sebatas teori, tetapi Kawan GNFI bisa perhatikan rentang waktunya. Joy Boy itu dikisahkan hidup pada Abad Kekosongan atau sekitar 800 hingga 900 tahun lalu. Menariknya, Raja Joyoboyo dari Kerajaan Kadiri juga memerintah pada era yang sama dan sukses membawa kerajaannya pada puncak kejayaan.
Selain catatan sejarah, sang kreator rupanya juga meminjam kekayaan linguistik Indonesia. Hal ini terlihat dari penamaan karakter Kaya, seorang gadis pewaris harta melimpah dari desa asal Usopp. Pemilihan nama ini tentu sangat selaras dengan definisi "kaya" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Istilah berbahasa Indonesia lainnya yang turut muncul adalah "Mantra". Di Pulau Langit, kata ini digunakan untuk menyebut kekuatan memprediksi pergerakan musuh secara cepat. Maknanya pun sangat pas dengan definisi mantra di Nusantara sebagai susunan kata berkekuatan gaib.
Sebatas Teori yang Membanggakan
Meskipun deretan kemiripan di atas terlihat sangat meyakinkan, Kawan GNFI perlu mengetahui bahwa sang kreator, Eiichiro Oda, belum pernah memberikan konfirmasi resminya. Segala referensi Nusantara yang muncul dalam serial One Piece ini pada dasarnya masih sebatas teori dan spekulasi dari para penggemar.
Namun, menjadikannya sebagai bahan diskusi atau sekadar "cocoklogi" tentu menjadi hal yang sangat seru. Imajinasi liar para penikmat anime ini secara tidak langsung menyadarkan kita tentang betapa kayanya warisan Tanah Air.
Spekulasi ini turut membuktikan bahwa ragam budaya, pesona alam, hingga pesona sejarah Nusantara memiliki daya tarik visual yang begitu luar biasa. Sangat membanggakan rasanya melihat elemen-elemen lokal tersebut dirasa pantas untuk bersanding di dalam mahakarya fiksi bertaraf internasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


