jadi investor terbesar kenapa singapura memilih indonesia untuk berinvestasi - News | Good News From Indonesia 2026

Jadi Investor Terbesar, Kenapa Singapura Memilih Indonesia untuk Berinvestasi?

Jadi Investor Terbesar, Kenapa Singapura Memilih Indonesia untuk Berinvestasi?
images info

bendera Singapura | Unsplash/Justin Lim


Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura terjalin sejak lama. Keduanya terus menjaga kerja sama di berbagai sektor dengan baik. Hubungan kedua negara juga tampak semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Singapura konsisten menjadi investor terbesar di Indonesia, melampaui negara-negara sahabat lain seperti Tiongkok dan Hong Kong. Kepercayaan ini tercermin dari angka-angka ivestasi besar yang terus tumbuh meski dinamika ekonomi global sedang penuh tantangan.

Tren Investasi yang Terus Menanjak

Sejak tahun 2021 hingga 2025, total nilai investasi Singapura di Indonesia mencapai USD75,5 miliar. Menariknya, pertumbuhan ini terus menunjukkan tren yang positif.

Tahun 2021, total investasi Singapura di Indonesia adalah sebesar USD9,39 miliar. Kemudian, di tahun 2022 naik menjadi USD13,28 miliar. Jumlah ini kembali melonjak ke USD15,36 miliar pada 2023.

Tahun 2024, Kementerian Investasi mencatat gelontoran dana investasi asal Negeri Singa itu sebanyak USD20,08 miliar. Lalu, pada 2025, realisasinya tercatat sebesar USD17,41 miliar.

Total nilai investasi Singapura di Indonesia selama periode tersebut adalah sebesar USD75,5 miliar. Dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 16,7% per tahun, investasi ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat lokal dengan menyerap sebanyak 819.665 tenaga kerja.

baca juga

Sektor Andalan

Investasi Singapura sangat kuat di sektor manufaktur. Sektor ini memiliki kontribusi sebesar 49,3% dari total investasi. Di dalam sektor ini, industri logam menjadi penyumbang terbesar dengan nilai USD19 miliar (25,2%), diikuti oleh sektor transportasi dan telekomunikasi sebesar USD10,2 miliar (13,5%).

Selain manufaktur, sektor tersier ikut menyumbang 38%. Sementara itu, sektor primer menyumbang sekitar 12,7%. Bidang-bidang lain seperti industri makanan, jasa, dan industri kertas juga terus mendapatkan kucuran modal dari para pemodal asal Singapura.

Lebih lanjut, wilayah investasi Singapura tersebar di banyak tempat di Indonesia. Namun, konsentrasinya tetap ada di pusat ekonomi dan area industri. Pulau Jawa menjadi wilayah dengan jumlah investasi terbesar, yakni 37,7% atau sekitar USD28,5 miliar. Sementara itu, Jakarta menjadi provinsi penerima terbesar, yakni USD14,3 miliar, dan disusul oleh Jawa Barat sebanyak USD7,4 miliar.

Beberapa provinsi yang juga menerima kucuran investasi besar di antaranya Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Jawa Barat, dan Kepulauan Riau.

Alasan Banyaknya Investasi Singapura di Indonesia

Mengapa Singapura "rajin" menanamkan modalnya di Indonesia?

Wakil Perdana Menteri Singapura, Gan Kim Yong, dalam sebuah keterangan resminya yang diterbitkan di situs resmi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura menyebut beberapa faktor penting yang membuat Singapura ingin terus berkomitmen untuk menjadi mitra investasi utama Indonesia.

Menurutnya, di tengah situasi global yang tidak menentu dan adanya perubahan pola perdagangan, Singapura memandang kerja sama dengan Indonesia sangat signifikan untuk menjaga kelancaran arus perdagangan melalui rantai pasok yang tangguh.

Selanjutnya, Pemerintah Singapura juga menyebut bahwa fundamental Indonesia sangat kuat dan menarik. Indonesia dipandang memiliki tiga keunggulan utama, yakni sumber daya yang melimpah, tenaga kerja yang banyak, dan peluang yang besar.

baca juga

Selain itu, keberhasilan kerja sama sebelumnya, seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) juga mendorong Singapura untuk melanjutkan investasinya. Proyek strategis ini bahkan akan diperluas hingga 1.000 hektare lagi karena dianggap berhasil mengatalisasi investasi dan menumbuhkan lapangan kerja di Jawa Tengah.

Di sisi lain, kedua negara juga memiliki visi yang sama, utamanya dalam hal keberlanjutan. Indonesia dan Singapura ingin fokus pada ekonomi hijau dan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta biogas.

Singapura turut melihat potensi besar di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) untuk dijadikan pusat digital yang dinamis. Lebih dari itu, Singapura menganggap hubungan kemitraannya dengan Indonesia sebagai kemitraan yang responsif.

“Kerja sama yang kita lakukan di bidang ini tidak hanya bermanfaat bagi kedua negara, tapi juga berkontribusi pada upaya regional yang lebih luas untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tegas Gan Kim Yong.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.