Pada bulan Juni 2026, umat Islam kembali menyambut bulan Muharram sebagai awal tahun hijriah yang baru. Perbedaan penanggalan Hijriah dan Masehi disebabkan oleh penggunaan perhitungan yang tidak sama.
Mengutip dari situs lampung.nu.or.id, kalender Masehi mengacu pada perputaran bumi yang mengelilingi matahari. Panjang satu tahunnya, berdasarkan siklus tropis matahari yaitu 365,2222 hari yang dibagi menjadi 12 bulan.
Sedangkan kalender Hijriah mengacu pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Panjang satu tahunnya ditentukan dengan berdasar pada 12 kali siklus fase bulan yang sama atau hilal. Dengan rata-rata siklusnya 29,53 hari, satu bulan Hijriah bisa hanya 29 hari dan bisa juga 30 hari. Artinya, jumlah hari dalam setahun bisa berbeda dan tanggalnya terus bergeser.
1 Muharram 1448 H atau tahun Hijriah baru akan jatuh pada 16 Juni 2026. Bulan Muharram merupakan salah satu dari 4 bulan Haram, yaitu bulan yang dicintai oleh Allah SWT. Keutamaannya sangat besar, sehingga umat Islam dianjurkan untuk berlomba-lomba dalam melakukan ibadah dan berbuat amal saleh, karena ganjaran pahalanya akan dilipatgandakan.
Salah satu amalan yang dapat dilakukan adalah puasa sunah Asyura. Berikut jadwal puasa Asyura dan puasa Tasu’a, lengkap dengan niat dan tata cara berpuasa, serta keutamaannya. Bisa menjadi acuan Kawan untuk merencanakan ibadah sunah di bulan Muharram.
Jadwal Puasa Asyura 1448 H/2026M
Puasa Asyura adalah puasa yang dilakukan pada 10 Muharram. Dalam sebuah hadis yang dilansir dari situs Muhammadiyah, Rasulullah bersabda:
عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُا : حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada hari ‘Asyura`dan juga memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa; Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, itu adalah hari yang sangat diagungkan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pada tahun depan insya Allah, kita akan berpuasa pada hari ke sembilan (Muharram).” Tahun depan itu pun tak kunjung tiba, hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam wafat (HR. Muslim).
Sehingga, jika hendak melaksanakan puasa Aysura dianjurkan untuk melakukan puasa pada 9 Muharram yaitu puasa Tasu’a juga. Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H/1448 H yang dirilis oleh Kemenag, 1 Muharram 1448 H akan jatuh pada 16 Juni 2026. Puasa Tasu’a dan Asyura bisa dilaksanakan pada Rabu dan Kamis tanggal 24—25 Juni 2026.
Niat dan Tata Cara
Sama seperti puasa-puasa lainnya, Kawan harus membaca niat terlebih dahulu. Membaca niat bisa dilakukan mulai dari malam hari hingga sebelum terbit fajar.
Berikut niat puasa Asyura beserta artinya, mengutip dari situs mui.or.id,
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Swt.
Berikut niat puasa Tasu’a beserta artinya, mengutip dari situs mui.or.id,
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.
Tata cara pelaksanaannya pun tidak berbeda dengan puasa-puasa lainnya yaitu,
Niat puasa Arafah
Melaksanakan sahur
Meskipun bukan puasa wajib melaksanakan sahur tetap disunahkan, meski hanya dengan air putih. Sahur menjadi energi dan pembeda antara puasa umat Islam dan puasa umat lain.
Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
Seperti makan, minum, menahan nafsu, amarah, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa hingga waktu maghrib tiba.
Menyegerakan berbuka puasa
Setelah matahari terbenam dan adzan maghrib berkumandang disunahkan untuk segera berbuka puasa. Menyegerakan berbuka termasuk sunah nabi yang mendatangkan pahala.
Keutamaan Puasa Asyura
Keutamaan puasa Asyura tertuang dalam sebuah hadis yang dilansir dari situs mui.or.id,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ
"Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya." (HR Muslim no 1162)
Imam an-Nawawi (w 676 H) dalam an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, juz 8 halaman 51, menjelaskan bahwa maksud dari dosa yang diampuni pada hadis tersebut adalah dosa kecil. Bisa juga mendapat keringan atas dosa besar atau pengangkatan derajat seorang hamba.
Serta dalam hadis lainnya,
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلَّا هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ
"Tidak pernah aku melihat Nabi SAW sengaja berpuasa pada suatu hari yang Beliau istimewakan dibanding hari-hari lainnya kecuali hari 'Asyura' dan bulan ini, yaitu bulan Ramadan". (HR. Bukhari)
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


