mohammad hatta fakta menarik yang jarang diketahui - News | Good News From Indonesia 2026

Mohammad Hatta dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui

Mohammad Hatta dan Fakta Menarik yang Jarang Diketahui
images info

Mohammad Hatta | Foto: (Wikimedia Commons | Uncredited)


Mohammad Hatta merupakan salah satu sosok teladan bangsa Indonesia. Selain dikenal sebagai tokoh proklamator kemerdekaan dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Hatta juga memiliki kontribusi besar dalam membangun fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran penting yang ia berikan tidak terlepas dari perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.

Di balik sosoknya yang dikenal cerdas, terdapat berbagai kisah menarik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Mulai dari kegemarannya hingga perjuangannya dalam menempuh pendidikan.

Berbagai fakta menarik ini akan menunjukkan sisi lain dari Mohammad Hatta sebagai sosok inspiratif. Mari, simak lebih lanjut untuk menjelajahi sisi lain dan perjalanan hidup Mohammad Hatta!

Hal Favorit Hatta ketika Remaja

Mohammad Hatta dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan religius. Namun, masa remajanya tidak hanya dihabiskan untuk belajar dan beribadah. Berdasarkan buku Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman, salah satu kegemarannya yaitu bermain sepak bola.

Hatta sering bermain sepak bola di Plein van Rome, sebuah lapangan sepak bola yang berada di alun-alun Kota Padang, tepat di depan Kantor Gemeente.

Ia tergabung ke dalam klub sepak bola bernama Young Fellow, yang anggotanya terdiri dari anak-anak pribumi maupun Belanda.

baca juga

Berdasarkan informasi dari Marthias Doesky Pandoe, seorang wartawan asal Padang, Hatta biasanya bermain sebagai gelandang tengah dan sesekali menempati posisi bek. Kala itu, kemampuan bermainnya membuat orang Belanda menjulukinya onpas seerbaar, yang berarti "sukar diterobos begitu saja”.

Kecintaannya terhadap sepak bola ternyata tidak berhenti ketika ia dewasa. Hingga kemudian, Hatta tetap mengikuti perkembangan sepak bola dan hampir tidak pernah melewatkan pertandingan-pertandingan besar.

Perjuangan Awal Hatta Menempuh Pendidikan di Belanda

Perjalanan pendidikan Mohammad Hatta di Belanda juga menyimpan kisah perjuangan yang menarik. Pada tahun 1921, ia berangkat ke Belanda dengan menumpang kapal Tambora milik Rotterdamsche Lloyd untuk melanjutkan pendidikan di Rotterdamse Handelshogeschool.

Setibanya di Rotterdam, Hatta dihadapkan pada keterbatasan ekonomi. Sebagai mahasiswa, ia membutuhkan banyak buku untuk menunjang perkuliahannya, tetapi kondisi keuangannya tidak memungkinkan untuk membeli semua buku yang diperlukan.

baca juga

Untuk mengatasi hal tersebut, Hatta menelusuri berbagai buku di sebuah toko buku tua bernama De Westerboekhandel. Untungnya, pemilik toko memahami kondisi Hatta sebagai mahasiswa perantauan yang memiliki keterbatasan biaya. Ia pun diperbolehkan memesan buku hingga jumlah keseluruhannya tidak melebihi 150 gulden.

Lalu bagaimana Hatta tinggal di Rotterdam? Ia beberapa kali berpindah tempat tinggal. Awalnya ia tinggal di rumah seorang kenalannya. Kemudian berpindah ke Tehuis voor Indische Studenten, sebuah asrama khusus mahasiswa Hindia Belanda.

Setelah itu, ia tinggal bersama beberapa pelajar Indonesia lainnya, seperti Nazir Pamuntjak, Dahlan Abdullah, Achmad Soebardjo, Hermen Kartasasmita, Darmawan Mangunkusumo.

Mereka sering mengadakan pertemuan di Jalan Bilderdikjstraat. Melalui pertemuan-pertemuan ini, terbentuklah organisasi Perhimpunan Indonesia.

Kecintaan Hatta terhadap Buku

Kecintaan Mohammad Hatta terhadap buku telah tumbuh sejak usia dini. Dikutip dari Omong-Omong Media, Hatta telah mampu membaca dan menulis ketika berusia lima tahun. Ketertarikannya terhadap dunia literasi semakin berkembang saat ia menempuh pendidikan di Prins Hendrik School (PHS).

Suatu ketika, seorang kerabat mengajaknya ke sebuah toko buku di kawasan Harmoni dan memberikan Hatta beberapa buku, salah satunya Staathuishoudkunde 2 jilid, De Socialisten 6 jilid, dan Het Jaar 2000. Sejak saat itu, buku menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya.

Hatta sangat menghargai buku. Baginya, buku harus dirawat dan tidak boleh berada dalam keadaan kotor, terlipat, atau penuh coretan. Ketika menempuh pendidikan di Belanda, kamar tempat tinggalnya dipenuhi oleh buku.

Kecintaannya terhadap buku juga terlihat ketika ia mengalami masa pengasingan di Banda Neira. Saat kembali ke Jakarta, terdapat dua peti besar berisi buku yang harus dibawa.

Bahkan, dari buku Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman, pada tahun 1950 seluruh koleksi bukunya yang berjumlah 12 peti berhasil dipindahkan ke Jakarta dengan bantuan ayah Des Alwi.

Hal yang paling menarik adalah ketika Hatta menikahi Rahmi Rachim. Berbeda pada umumnya, ia menjadikan buku sebagai mas kawin pernikahannya. Salah satu buku yang diberikan kepada sang istri adalah karyanya yang baru diselesaikannya, yaitu Alam Pikiran Yunani.

baca juga

Keputusan tersebut sempat membuat ibunya kesal. Menurut sang ibu, mas kawin seharusnya berupa barang bernilai tinggi seperti uang atau emas. Namun, Hatta tetap berpegang pada keyakinannya dan memilih untuk memberikan 16 peti buku sebagai mas kawinnya.

Berbagai fakta menarik tentang Mohammad Hatta memperlihatkan bahwa tokoh besar juga memiliki sisi kehidupan yang dekat dengan keseharian. Mulai dari hobinya hingga kecintaannya terhadap buku, semua itu menunjukkan bahwa Hatta adalah pribadi yang terus bertumbuh lewat pengalaman dan pengetahuan.

Fakta menarik ini tak hanya menambah wawasan tentang perjalanan hidupnya, tetapi juga sebagai pengingat kita akan pentingnya menjaga semangat belajar, bekerja keras, dan menghargai ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.