Ada satu jajanan tradisional khas Yogyakarta yang patut Kawan cicipi ketika berkunjung ke daerah ini. Jajanan tradisional tersebut bernama timus.
Apakah Kawan pernah merasakan cita rasa dari kudapan tradisional ini sebelumnya? Jika Kawan masih rutin pergi ke pasar tradisional, khususnya di daerah Yogyakarta, tentu tidak asing lagi dengan kudapan yang satu ini bukan.
Secara tampilan, timus memiliki bentuk yang sederhana. Terlebih jajanan tradisional ini hanya menggunakan bahan sederhana dalam proses pembuatannya.
Meskipun demikian, jajanan tradisional khas Yogyakarta ini memiliki cita rasa yang khas. Di balik bentuknya yang sederhana, timus memberikan perpaduan cita rasa manis dan gurih dalam setiap gigitannya.
Bagaimana ulasan lebih lanjut terkait kudapan tradisional yang satu ini? Simak pembahasan terkait timus dalam artikel berikut.
Sekilas tentang Timus, Jajanan Tradisional Khas Yogyakarta
Timus merupakan salah satu jajanan tradisional khas dari daerah Yogyakarta. Meskipun berasal dari Yogyakarta, kudapan yang satu ini bisa Kawan jumpai di beberapa daerah lainnya di Jawa.
Dikutip dari laman RRI, jajanan tradisional ini juga bisa dijumpai di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Bentuk dan cita rasa dari jajanan yang juga dikenal dengan nama ketimus ini tidak jauh berbeda.
Secara bentuk, timus memiliki tampilan yang mirip seperti roti goreng. Jajanan tradisional yang satu ini memiliki bentuk bulat memanjang.
Timus sendiri memiliki cita rasa gurih dan manis. Cita rasa ini didapatkan dari perpaduan bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kudapan tersebut.
Secara umum, terdapat tiga bahan utama yang digunakan dalam proses pembuatan timus. Ketiga bahan tersebut adalah ubi jalar, gula pasir, dan tepung tapioka.
Selain itu ada juga sedikit tambahan bahan lain, seperti garam dan lainnya dalam proses pembuatan timus. Perpaduan bahan-bahan inilah yang menghasilkan cita rasa khas dari kudapan tradisional khas Yogyakarta tersebut.
Kaya Akan Kandungan Nutrisi
Ubi jalar menjadi bahan dasar utama dalam pembuatan timus. Namun ada juga inovasi yang menggunakan bahan lain dalam proses pembuatannya, seperti ubi ungu untuk menggantikan ubi jalar.
Penggunaan ubi jalar dalam timus membuat jajanan tradisional ini kaya akan kandungan nutrisi di dalamnya. Dilansir dari laman RRI, terdapat beberapa kandungan nutrisi yang bisa Kawan dapatkan ketika mencicipi jajanan tradisional.
Ubi jalar menjadi salah satu sumber karbohidrat yang baik untuk tubuh. Kandungan ini akan berfungsi sebagai sumber tenaga bagi seseorang dalam aktivitas sehari-hari.
Selain itu, ada juga kandungan vitamin A dan C yang bisa didapatkan dari ubi jalar. Tidak hanya itu, kuliner yang satu ini juga kaya akan serat dan diyakini memiliki kalori yang rendah, sehingga bisa memberikan rasa kenyang yang lebih lama.
Proses Pembuatan Timus
Jika Kawan tertarik untuk mencoba cita rasa dari timus, maka bisa membuatnya di rumah masing-masing. Dinukil dari laman Program Studi Vokasi Bisnis Jasa Makanan UAD, adapun bahan-bahan yang perlu dipersiapkan serta cara membuat timus adalah.
Bahan
- Ubi jalar (350 gram)
- Tepung tapioka (35 gram)
- Garam (1/4 sdt)
- Vanili (1/4 sdt)
- Gula pasir (2 sdm)
Cara Membuat
- Bersihkan ubi jalar yang sudah disiapkan sebelumnya.
- Setelah bersih, kukus ubi jalar. Proses pengukusan ini bisa memakan waktu lebih kurang 15 menit.
- Jika sudah matang, dinginkan ubi jalar terlebih dahulu. Berikutnya haluskan ubi jalar yang sudah dingin hingga halus.
- Campurkan bahan-bahan lain dalam adonan ubi jalar.
- Bentuk adonan menjadi bulat memanjang.
- Panaskan minyak di wajan. Goreng adonan timus hingga berwarna kecoklatan.
- Setelah matang, tiriskan timus dan sajikan.
- Jajanan tradisional khas Yogyakarta ini sudah bisa dinikmati bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


