Pantai Cermin adalah salah satu objek wisata yang ada di daerah Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Konon ada sebuah cerita rakyat dari Sumatera Utara yang mengisahkan tentang legenda asal usul Pantai Cermin tersebut dulunya.
Menurut ceritanya, Pantai Cermin tercipta dari air mata seorang putri yang rindu akan kampung halamannya. Sang putri yang berada di kahyangan tidak bisa kembali pulang karena kerajaan tempat dia tinggal sudah dihancurkan oleh musuh yang datang.
Hal inilah yang membuat sang putri tidak bisa kembali turun ke bumi dan pulang ke kampung halamannya. Kesendiriannya di kahyangan membuatnya hanya bisa meratapi nasib saja.
Bagaimana kisah lengkap dalam legenda asal usul Pantai Cermin tersebut? Simak kisahnya dalam artikel berikut ini.
Legenda Asal Usul Pantai Cermin, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
Dilansir dari buku Asal Usul: Bunga Rampai Cerita Rakyat Sumatera Utara, pada zaman dahulu berdiri sebuah kerajaan di daerah Serdang Bedagai. Kerajaan tersebut bernama Langka Pura.
Raja Langka Pura memiliki seorang putri yang cantik jelita. Putri raja tersebut bernama Sri Putih Cermin.
Ketika beranjak dewasa, Sri Putri Cermin dikirim oleh ayahnya untuk menuntut ilmu ke daerah Deli Serdang. Di sana dia belajar berbagai macam ilmu bersama seorang guru yang dipercaya oleh Raja Langka Pura.
Kecantikan Sri Putih Cermin ternyata tidak terkenal di daerahnya saja. Kabar ini ternyata tersebar hingga ke negeri seberang.
Pada suatu masa, datanglah rombongan raja dari negeri seberang ke Langka Pura. Sang raja berniat untuk meminang Sri Putih Cermin menjadi istrinya.
Namun sayang, Sri Putih Cermin tidak mau menerima lamaran tersebut. Dia hanya mau menikahi putra yang berasal dari daerahnya saja.
Sang ayah juga setuju dengan keinginan Sri Putih Cermin. Akhirnya lamaran raja dari negeri seberang tersebut ditolak begitu saja.
Masalah kemudian muncul dari penolakan ini. Sang raja yang tidak terima lamarannya ditolak memutuskan untuk memerangi Langka Pura.
Raja Langka Pura sadar akan kekuatan musuh yang dia hadapi. Raja dari negeri seberang ini memang dikenal memiliki angkatan perang yang mumpuni.
Meskipun demikian, tantangan tersebut tidak membuat Raja Langka Pura gentar. Dia pun memutuskan untuk mengumpulkan pasukan dan mempertahankan wilayahnya dari gempuran musuh.
Raja Langka Pura memimpin langsung pertempuran ini. Semua prajurit bersemangat mengikuti arahan dari pemimpin mereka.
Pertempuran antara kedua kerajaan pun berlangsung sengit. Tujuh hari tujuh malam pertempuran antara kedua pasukan terus terjadi tanpa hentinya.
Sayangnya kekuatan memang menjadi hal penting dalam peperangan. Kekuataan raja dari negeri seberang tidak mampu diimbangi oleh pasukan Langka Pura.
Akhirnya Kerajaan Langka Pura kalah dalam pertempuran ini. Namun Sri Putih Cermin tetap tidak sudi dinikahi oleh raja dari negeri asing.
Dengan kekuatan yang dia miliki, Sri Putih Cermin kemudian memutuskan untuk terbang ke kahyangan. Sri Putih Cermin kemudian tinggal di Negeri Awan.
Namun rasa rindu perlahan menggerogoti hati Sri Putih Cermin. Dirinya sangat ingin kembali ke Kerajaan Langka Pura, tetapi tidak bisa mewujudkannya.
Akhirnya Sri Putih Cermin hanya bisa meratapi nasibnya. Air mata Sri Putih Cermin kemudian jatuh ke bumi dan berubah menjadi butiran pasir.
Pasir-pasir yang jatuh ini memiliki bentuk seperti kaca atau cermin. Lama kelamaan pasir dari air mata Sri Putih Cermin ini kemudian terhampar di sepanjang pantai.
Konon hamparan pasir yang tercipta dari air mata Sri Putri Cermin inilah yang menjadi asal usul Pantai Cermin.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


