Bagi banyak orang, kesuksesan sering terlihat sederhana. Ada bisnis yang berkembang, aset yang terus bertambah, dan kehidupan yang tampak mapan.
Namun, di balik semua itu, ada proses panjang yang tidak selalu terlihat yakni sebuah proses dari kegagalan, keraguan, bahkan masa-masa ketika seseorang harus bertahan meski tidak ada yang benar-benar percaya.
Cerita itu tergambar dalam perjalanan Haykal Dzakry Widjaya. Di Mulai dari usianya yang relatif muda, Haykal telah menapaki berbagai bidang usaha mulai dari esports, production house, properti, hingga kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat marjinal dan anak-anak yatim.
Perjalanannya ini menunjukkan bahwa seorang entrepreneur tidak hanya dituntut memiliki visi bisnis, tetapi juga ketahanan mental dan kepedulian terhadap sesama.
Merintis dari Garasi, saat Esports Belum Dipandang Serius
Pada tahun 2017, ketika industri esports di Indonesia masih dipandang sebelah mata, Haykal sudah melihat potensi besar di dalamnya. Bersama rekan-rekannya, ia mendirikan tim esports bernama Voint E-Sport.
Perjalanan mereka jauh dari kata mudah. Operasional tim dimulai dari menyewa sebuah garasi kecil. Dari tempat sederhana itulah Haykal dan timnya bekerja siang malam membangun ekosistem esports yang profesional.
Selain membentuk tim, mereka juga mendirikan production house untuk mendukung kebutuhan konten dan promosi.
Selama hampir dua tahun, mereka menghadapi banyak keraguan. Tidak sedikit orang yang menilai esports hanyalah tren sesaat dan tidak memiliki masa depan yang jelas.
“Banyak yang memandang kami sebelah mata. Saat itu esports belum dianggap sebagai industri yang menjanjikan,” kenang Haykal. Namun, keyakinannya tidak goyah.
Kerja keras itu akhirnya berbuah manis. Voint E-Sport berhasil menorehkan prestasi membanggakan, termasuk meraih gelar Global Champion dan sejumlah juara nasional.
Kemenangan tersebut tidak hanya membawa nama tim semakin dikenal, tetapi juga menjadi sumber pendapatan utama yang mengukuhkan bahwa esports bisa menjadi bisnis yang nyata dan berkelanjutan.
Berani Keluar dari Zona Nyaman

Memulai Perjalanan Lainnya di Bidang Industri Properti. Foto:Haykal
Setelah sukses di industri esports, Haykal memilih untuk keluar dari zona nyaman. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya tidak hanya mampu sukses di satu bidang.
Pada tahun 2021, Haykal mulai menekuni sektor properti. Proyek pertamanya adalah pembangunan 18 unit ruko yang tersebar di beberapa wilayah, termasuk Bintaro, Bandung, dan Indramayu.
Memasuki industri ini, ia kembali menghadapi berbagai tantangan. Ia mengaku pernah mengalami penipuan dan berkali-kali menghadapi persoalan yang menguras energi maupun finansial.
“Bisnis itu tidak selalu mulus. Saya juga pernah jatuh, pernah tertipu, dan harus belajar dari banyak kesalahan.”
Namun, pengalaman pahit itu tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, hal tersebut justru menjadi pelajaran berharga yang menguatkan naluri bisnisnya. Hasilnya, seluruh unit ruko yang dibangunnya berhasil terjual.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Haykal mampu beradaptasi dan menaklukkan tantangan di industri yang sama sekali berbeda.
Banyak orang akan memilih bertahan di zona nyaman setelah meraih kesuksesan di satu bidang. Haykal justru melakukan sebaliknya.
Bagi Haykal, bisnis bukan hanya alat untuk menghasilkan keuntungan. Bisnis juga bisa menjadi sarana untuk membantu orang lain bertumbuh. Karena memiliki usaha di sektor properti, Haykal menyediakan tenant dengan harga sewa yang terjangkau bagi anak-anak muda yang ingin memulai usaha.
Menurutnya, banyak calon entrepreneur yang memiliki ide dan semangat, tetapi terkendala modal besar untuk menyewa tempat usaha.
Dengan menyediakan ruang usaha yang lebih terjangkau, Haykal berharap generasi muda memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan bisnisnya.
Sejumlah tenant, termasuk coffee shop dan usaha kreatif lainnya, telah menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang ia bangun.
Langkah ini memperlihatkan bahwa Haykal tidak hanya fokus pada kesuksesan pribadi, tetapi juga berupaya menciptakan peluang bagi orang lain.
Tergerak untuk Menjalankan Misi Sosial

Kegiatan Sosial Yang Dijalani Haykal Terkait Bidang Sosial. Foto Haykal
Dari balik aktivitas bisnisnya, Haykal menyimpan cita-cita yang jauh lebih personal. Ia ingin mendirikan Rumah Yatim Piatu, sebuah tempat yang bukan sekadar menyediakan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi rumah yang penuh kasih sayang bagi anak-anak yang kehilangan orang tua.
“Saya ingin rumah itu menjadi tempat mereka pulang. Tempat mereka merasa aman dan dicintai.”
Bagi Haykal, kehadiran figur orang tua sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, ia ingin menjadi sosok ayah bagi mereka yang kehilangan peran tersebut dalam hidupnya.
Inspirasi ini tidak lepas dari lingkungan keluarganya. Kedua orang tuanya mendirikan Yayasan Cinta Quran yang memberikan beasiswa bagi para hafiz Al-Qur’an dari Sabang hingga Merauke.
Nilai kepedulian yang diwariskan keluarganya menjadi fondasi kuat dalam langkah sosial yang kini ia tempuh. Komitmen sosial Haykal tidak berhenti pada rencana jangka panjang. Bahkan, juga telah menjalankan program nyata, salah satunya pembagian susu formula gratis.
Program ini lahir dari pengamatannya terhadap kondisi masyarakat sekitar. Ia melihat masih banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk nutrisi bagi bayi dan anak.
Ada ibu yang tidak dapat memberikan ASI secara optimal, ada keluarga yang kesulitan membeli susu, dan ada anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan. Melalui program ini, Haykal ingin menjangkau kelompok masyarakat marginal yang sering luput dari perhatian.
Menurutnya, membantu tidak harus menunggu menjadi sangat besar. Yang terpenting adalah memulai dari apa yang bisa dilakukan hari ini.
Filosofi tentang Dunia Usaha
Haykal memahami bahwa dunia usaha bukanlah jalan yang mudah. Akan selalu ada tantangan, kegagalan, dan masa-masa penuh ketidakpastian.
Namun, ia percaya bahwa hambatan terbesar bukanlah kondisi di luar diri, melainkan keraguan yang muncul dari dalam diri sendiri.
Dalam wawancara, Haykal menutup ceritanya dengan pesan sederhana namun kuat. “Menjalani dunia usaha itu berat. Akan banyak tembok besar yang menghalangi jalan kita. Tapi yang bisa meruntuhkan semua itu adalah tekad kita.”
Kisah Haykal Dzakry Widjaya memperlihatkan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan atau jumlah aset yang dimiliki.
Kesuksesan juga tentang seberapa besar dampak yang bisa diberikan kepada orang lain. Haykal adalah representasi generasi muda yang berani bermimpi besar, tidak takut memulai dari bawah, dan tetap memiliki hati untuk berbagi.
Sehingga membangun bisnis, tetapi pada saat yang sama ia juga membangun kesempatan bagi pengusaha muda lain, membuka jalan bagi masyarakat marjinal, dan menyiapkan rumah bagi anak-anak yang membutuhkan kasih sayang.
Pada akhirnya, perjalanan Haykal menunjukkan bahwa seorang entrepreneur terbaik bukan hanya mereka yang berhasil menciptakan nilai ekonomi, tetapi juga mereka yang mampu menghadirkan harapan bagi sesama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


