hari kebangkitan nasional 2026 apakah libur - News | Good News From Indonesia 2026

Hari Kebangkitan Nasional 2026 Apakah Libur? Ini Infonya

Hari Kebangkitan Nasional 2026 Apakah Libur? Ini Infonya
images info

Hari Kebangkitan Nasional 2026 Apakah Libur? Ini Infonya


Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati pada 20 Mei setiap tahunnya. Peringatannya secara umum diselenggarakan di berbagai instansi pendidikan hingga kantor-kantor kementerian.

Dengan peringatan yang dilakukan secara nasional, apakah Harkitnas termasuk libur nasional? Yuk, simak informasinya, beserta hari libur nasional yang tersisa di bulan Mei 2026, hingga mengapa Harkitnas diperingati setiap tahunnya.

Tidak Termasuk Libur Nasional

Hari Kebangkitan Nasional tidak termasuk hari libur. Meski diperingati secara nasional, berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Harkitnas tidak tercatat sebagai hari libur nasional.

Dengan begitu, seluruh kegiatan sekolah, perkantoran, dan pelayanan publik pada 20 Mei 2026, tetap berjalan seperti biasa. Harkitnas umumnya diperingati dengan upacara. Selain itu, diselenggarakan juga kegiatan edukatif serta seremoni peringatan di sekolah, hingga lembaga-lembaga negara.

baca juga

Libur Nasional dan Cuti Bersama Mei 2026

Merujuk pada SKB yang ditandatangani secara resmi oleh 3 menteri, terdapat 4 hari libur nasional dan 2 hari cuti bersama di bulan Mei 2026. Libur nasional di bulan Mei diawali oleh Hari Buruh pada 1 Mei. Lalu, Hari Kenaikan Yesus Kristus dengan cuti bersamanya, pada 14-15 Mei.

Rangkaian libur nasional dan cuti bersama yang tersisa terdapat di penghujung bulan Mei, yaitu:

  • 27 Mei 2026 Hari Raya Iduladha 1447 H
  • 28 Mei 2026 Cuti Bersama Hari Raya Iduladha 1447 H
  • 31 Mei 2026 Hari Raya Waisak 2570 BE

Dengan informasi libur nasional dan cuti bersama tersebut, Kawan bisa merencanakan agenda kegiatan dan liburan selama long weekend.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional bukan tanpa alasan. Tanggal tersebut bertepatan dengan hari berdirinya Budi Utomo.

Melansir dari situs umsu.ac.id, Budi Utomo adalah organisasi yang didirikan oleh sekelompok pelajar STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen), yaitu sekolah kedokteran yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk pribumi. Berdiri pada 20 Mei 1908, Budi Utomo dipelopori oleh Dr. Sutomo dan didorong oleh gagasan besar Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Budi Utomo menjadi wadah pertama bagi rakyat Indonesia untuk berani bersuara dan terlibat dalam organisasi modern. Dengan munculnya kesadaran akan kekuatan yang tidak hanya terbatas pada senjata dan fisik, tetapi juga melalui ilmu pengetahuan dan persatuan. Lahirlah semangat baru untuk bangkit dari keterpurukan dan kertinggalan, serta menolak penjajahan.

Selain menjadi wadah, Budi Utomo juga menjadi awal dari perubahan strategi perjuangan Indonesia. Dari yang sebelumnya hanya mengandalkan perjuangan fisik dengan senjata dan masih bersifat kedaerahan, menjadi perjuangan dengan pemikiran-pemikiran visioner serta bersifat nasional.

Gerakan ini juga menjadi benih dari persatuan dan kesadaran nasional. Mendorong terbentuknya berbagai organisasi lain di seluruh Indonesia, dengan tujuan yang sama yaitu mencapai kemerdekaan Indonesia. Dengan hal tersebut, Budi Utomo menandai awal kebangkitan nasional.

Pada tahun 1948, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Penetapan tersebut diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1985, tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

baca juga

Harkitnas diperingati bukan hanya untuk mengingat dan mengenang kembali sejarah serta kontribusi Budi Utomo bagi perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun, juga menjadi momen untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap bangsa, serta mempertahankan semangat persatuan dan kesatuan nasional.

Peringatan Harkitnas juga menjadi sarana untuk memelihara dan menguatkan semangat kebangsaan serta gotong royong di kalangan masyarakat. Dengan semangat tersebut, Indonesia akan dapat terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.