Hasil penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Rusunawa Jurug kini mulai dirasakan manfaatnya. Tiga minggu setelah kegiatan penanaman, area urban farming Rusunawa Jurug telah menunjukkan perkembangan yang progresif.
Tanaman-tanaman seperti pandan, temulawak, kencur, tumbuh melebar dan meninggi. Dengan progres baik seperti ini, ke depannya warga akan mampu memanen dan memanfaatkan tanaman tersebut sebagai bumbu dapur maupun obat herbal dalam kehidupan sehari-hari.
Capaian ini berawal dari kegiatan penanaman yang dilaksanakan pada Minggu (26/4/2026) oleh kelompok mahasiswa Magang Hibah PLB UNS.
Kegiatan bertajuk "Rusunawa Jurug BerTOGA" ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap penghijauan dan pemanfaatan lahan di lingkungan padat masyarakat.
Rusunawa Jurug merupakan wilayah hunian vertikal yang berlokasi di Kecamatan Jebres, Surakarta. Sama seperti hunian vertikal pada umumnya, Rusunawa Jurug memiliki area hijau yang cukup terbatas.
Sebenarnya di sekitaran sana terdapat beberapa lahan kosong yang tersedia. Akan tetapi, warga belum memiliki kesempatan untuk memanfaatkan lahan tersebut. Melihat kondisi ini, kelompok Hibah Pembelajaran Berdampak Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa (PLB) UNS memutuskan untuk memperkenalkan konsep urban farming Tanaman Obat Keluarga sebagai solusi pemanfaatan lahan yang tersedia.
Lahan sisi gedung B dari Rusunawa Jurug menjadi tempat pemanfaat lahan kosong. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang strategis dan mudah diakses oleh warga dari Gedung A, B, maupun C dari Rusunawa Jurug.
Kegiatan Rusunawa Jurug BerTOGA dilaksanakan pada 26 April 2026 dan dihadiri oleh warga dari berbagai usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lansia. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua kelompok MBKM UNS dan Ketua Paguyuban Rusunawa Jurug.
Acara dilanjutkan dengan sesi edukasi singkat dari mahasiswa mengenai jenis dan manfaat tanaman TOGA dan ditutup dengan penanaman bersama TOGA oleh masyarakat Rusunawa Jurug dan mahasiswa.
Antusiasme warga terlihat nyata sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu ibu penghuni Rusunawa Jurug bahkan sempat bertanya apakah tersedia tanaman kencur, karena ia kerap membutuhkannya untuk keperluan sehari-hari.
Momen itu menjadi pengingat sederhana bahwa kebutuhan warga akan tanaman herbal memang nyata. Kegiatan pun ditutup dengan makan dan bincang hangat bersama warga, menciptakan suasana kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat Rusunawa Jurug.
Ahsan Hafezh A. selaku Ketua Tim Hibah Pembelajaran Berdampak berharap agar kebun kecil ini bisa menjadi awal dari kebiasaan hidup sehat yang tumbuh dari lingkungan mereka sendiri.
Kegiatan ini selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor tiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta SDGs nomor sebelas tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan.
Bagi warga rusunawa yang aksesnya terhadap bahan herbal kadang terbatas oleh waktu dan biaya, keberadaan kebun TOGA di lingkungan sendiri menjadi solusi praktis yang langsung terasa manfaatnya.
Tanaman Obat Keluarga seperti jahe, kunyit, dan temulawak telah lama dikenal berkhasiat mendukung imunitas tubuh, meredakan peradangan, hingga membantu pemulihan dari gangguan kesehatan ringan.
Kini, tiga minggu setelah bibit pertama ditanam, hasilnya sudah mulai terlihat. Kebun kecil di sisi Gedung B itu pelan-pelan tumbuh menjadi apotek hidup bagi seluruh warga Rusunawa Jurug.
Rusunawa berTOGA ini tidak berhenti di satu kegiatan. Ke depannya, tim mahasiswa Hibah Pembelajaran Berdampak PLB UNS berencana akan terus mendampingi warga dalam perawatan rutin agar kebun ini tetap hidup dan manfaatnya terus dapat dirasakan oleh seluruh penghuni di sana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


