belajar budaya tak harus membosankan ini cara seru mahasiswa ubsi mengajarkannya - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar Budaya Tak Harus Membosankan, Ini Cara Seru Mahasiswa UBSI Mengajarkannya

Belajar Budaya Tak Harus Membosankan, Ini Cara Seru Mahasiswa UBSI Mengajarkannya
images info

Belajar Budaya Tak Harus Membosankan, Ini Cara Seru Mahasiswa UBSI Mengajarkannya


Suasana kelas 5 SDN Muara Beres, Cibinong, Kabupaten Bogor mendadak ramai ketika lagu daerah mulai diputar di dalam kelas. Beberapa siswa tampak antusias menebak judul lagu, sementara yang lain ikut bernyanyi bersama teman-temannya. Tawa dan tepuk tangan terdengar di berbagai sudut kelas ketika sesi games dimulai.

Di tengah suasana belajar yang santai dan menyenangkan tersebut, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda melalui kegiatan edukasi interaktif bertema cinta tanah air.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI di SDN Muara Beres.

Melalui tema “Menanamkan Nilai Cinta Tanah Air Melalui Edukasi Interaktif”, mahasiswa mengajak siswa mengenal budaya Nusantara dengan pendekatan yang lebih aktif, sederhana, dan mudah dipahami anak-anak.

Di tengah perkembangan budaya populer dan penggunaan media digital yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, banyak anak mulai lebih familiar dengan budaya modern dibandingkan budaya daerahnya sendiri.

baca juga

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri, terutama dalam upaya menanamkan rasa bangga terhadap identitas budaya bangsa sejak usia dini.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa UBSI memilih pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung. Dengan cara tersebut, suasana belajar terasa lebih hidup dan tidak membosankan.

Kegiatan diawali dengan sesi ice breaking untuk membangun suasana belajar yang lebih cair dan menyenangkan. Setelah siswa terlihat lebih nyaman dan aktif, mahasiswa mulai menyampaikan materi mengenai keberagaman budaya Indonesia, pentingnya menjaga budaya lokal, serta makna cinta tanah air dalam kehidupan sehari-hari.

Materi disampaikan menggunakan media visual dan bahasa sederhana agar lebih mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar. Dalam sesi tersebut, siswa juga diajak mengenal berbagai budaya Nusantara, mulai dari lagu daerah, pakaian adat, hingga makanan khas dari berbagai wilayah di Indonesia.

Suasana kelas semakin hidup ketika sesi games edukatif dimulai. Mahasiswa mengajak siswa mengikuti kuis interaktif dan permainan tebak lagu daerah yang disambut dengan antusias. Beberapa siswa terlihat berebut untuk menjawab pertanyaan, sementara siswa lainnya ikut memberikan semangat kepada teman-temannya yang maju ke depan kelas.

Suasana belajar yang biasanya terasa formal pun berubah menjadi lebih santai dan menyenangkan. Kawan GNFI, pendekatan pembelajaran seperti ini secara tidak langsung membantu siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat dalam proses belajar di kelas.

Salah satu momen yang paling menarik perhatian terjadi saat sesi menyanyikan lagu daerah. Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk tampil di depan kelas, baik secara individu maupun kelompok. Awalnya, beberapa siswa terlihat malu dan ragu untuk maju.

Namun setelah diberikan dukungan dan apresiasi, suasana berubah menjadi lebih hangat dan penuh semangat.

Beberapa siswa mulai berani mengajukan diri untuk menyanyikan lagu daerah di depan kelas. Tepuk tangan dan dukungan dari teman-teman mereka membuat suasana kegiatan terasa semakin meriah. Bahkan, beberapa siswa tampak mulai hafal lirik lagu daerah yang dipelajari selama kegiatan berlangsung.

Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa UBSI juga memberikan hadiah sederhana kepada siswa yang aktif berpartisipasi selama kegiatan berlangsung. Pemberian apresiasi tersebut membuat siswa semakin antusias mengikuti setiap sesi kegiatan hingga akhir acara.

Pihak sekolah memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Selain mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan interaktif, kegiatan ini juga dinilai membantu siswa mengenal budaya Nusantara melalui pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian mereka.

baca juga

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBSI berharap penanaman nilai cinta tanah air tidak hanya dilakukan melalui teori di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman belajar yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya mengenal budaya Indonesia, tetapi juga mulai tumbuh rasa bangga terhadap warisan budaya bangsa sejak usia dini.

Di era modern seperti sekarang, mengenalkan budaya Indonesia kepada generasi muda menjadi langkah penting untuk menjaga identitas bangsa. Sebab, rasa cinta tanah air tidak selalu harus diajarkan melalui cara yang formal dan kaku, tetapi juga dapat tumbuh melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, hangat, dan dekat dengan kehidupan anak-anak sehari-hari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.