pop 2026 uin sunan kalijaga dorong kesadaran lingkungan lewat public relations - News | Good News From Indonesia 2026

POP 2026 UIN Sunan Kalijaga Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Public Relations

POP 2026 UIN Sunan Kalijaga Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Public Relations
images info

POP 2026 UIN Sunan Kalijaga Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Public Relations


Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, Seminar Party of Public Relations (POP) 2026 yang diselenggarakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta hadir sebagai ruang diskusi mengenai peran komunikasi dalam membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Kegiatan tahunan yang mengangkat tema “Land as Legacy and Shared Responsibility” ini menyoroti pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan bersama yang perlu dirawat lintas generasi.

Seminar POP 2026 digelar di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Rabu (13/05). Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari tokoh Keraton Yogyakarta, praktisi public relations, hingga sektor swasta yang bergerak di bidang keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Beberapa pembicara yang hadir antara lain Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi sebagai tokoh Keraton Yogyakarta dan pegiat pemberdayaan masyarakat Saprian selaku CEO dan Founder Environesia Group serta Direktur Greenlab Indonesia, hingga Ayu Helena Cornelia yang bergerak di bidang public relations dan marketing consultant.

Dorong Literasi Lingkungan Lewat Pendekatan Public Relations

Pelaksanaan Seminar POP 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta | Foto: POP
info gambar

Pelaksanaan Seminar POP 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta | Foto: POP


Melalui pendekatan komunikasi publik, acara ini berupaya mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami isu lingkungan dan terlibat dalam upaya pelestariannya. Seminar tersebut juga dirancang sebagai ruang pertukaran gagasan mengenai strategi komunikasi lingkungan yang lebih dekat dengan masyarakat.

POP 2026 menilai bahwa tantangan lingkungan di Indonesia masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Peningkatan volume sampah, pencemaran, hingga bencana alam yang berulang menunjukkan bahwa literasi masyarakat terkait lingkungan masih perlu diperkuat. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada alam, tetapi juga kualitas hidup masyarakat secara umum.

Dalam konteks tersebut, public relations dipandang memiliki peran penting untuk menjembatani komunikasi isu lingkungan kepada masyarakat luas. Melalui strategi komunikasi yang tepat, pesan mengenai keberlanjutan lingkungan dinilai dapat disampaikan dengan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Hadirkan Perspektif Pemerintah, Praktisi, dan Swasta

GKR Mangkubumi pada Seminar POP 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta | Foto: POP
info gambar

GKR Mangkubumi pada Seminar POP 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta | Foto: POP


Selain membahas kebijakan dan strategi komunikasi, seminar ini juga menghadirkan perspektif sektor wisata dan swasta dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Materi yang dibawakan mencakup implementasi program keberlanjutan, tanggung jawab sosial perusahaan, hingga upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitar.

Kegiatan ini menyasar pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum yang memiliki minat pada isu komunikasi dan lingkungan. Melalui forum diskusi semacam ini, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta pembelajaran, tetapi juga berperan aktif menghadirkan ruang edukasi publik yang relevan dengan tantangan sosial saat ini.

Salah satu yang disoroti adalah kebijakan larangan bus pariwisata melewati kawasan Titik Nol Yogyakarta oleh Putri Keraton Yogyakarta GKR Mangkubumi. Hal tersebut disampaikan setelah seminar berlangsung.

“Itu kan menjadi salah satu cara untuk menekan polusi, (sekaligus) juga menekan getaran-getaran dari ratusan bis yang lewat di depan bangunan cagar budaya,” ujar GKR Mangkubumi kepada awak media.

Seperti yang diketahui, Pemkot Yogyakarta per Maret 2026 mengeluarkan kebijakan pelarangan bus pariwisata untuk melewati Titik Nol Yogyakarta dan parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati. Sebagai gantinya, bus kini diarahkan untuk parkir di lokasi alternatif, yaitu di TKP Ngabean dan TKP eks-Menara Kopi Kotabaru.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Pierre Rainer lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Pierre Rainer.

PR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.