Beauty Influencer adalah seseorang yang bekerja untuk memengaruhi orang lain dalam bidang kecantikan. Tahu tidak sih, Kawan, kecantikan merupakan bidang yang efektif dalam memengaruhi masyarakat luas. Ditambah dengan perkembangan teknologi yang membuat Instagram dan TikTok semakin digemari oleh masyarakat.
Konten kecantikan biasanya berupa tutorial merias dan merawat wajah, penjelasan rinci tentang suatu produk kecantikan dan perbandingannya, hingga video vlog keseharian dari beauty influencer (Safira, 2019; Ananda & Wandebori, 2016).
Dengan membuat berbagai konten kecantikan yang menarik dan kemudian diunggah ke platform media sosial, seperti TikTok, Instagram, dan juga YouTube, Kawan GNFI dapat memikat perhatian masyarakat, khususnya para wanita muda yang aktif bermain media sosial.
Yuk Kawan, kita bahas salah satu beautyinfluencer idola Gen Z1 Lulu Farassiya atau yang sering dikenal dengan nama Tasya Farasya adalah seorang beauty influencer asal Indonesia yang berdarah Arab. Ia lahir di Jakarta pada 25 Mei 1992. Tasya Farasya merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan mempunyai saudara kembar bernama Tasyi Athasiya. Tasya hidup dan besar dengan sang ibu, Alawiyah Alatas.
Kawan GNFI, pada tahun 2021, Tasya Farasya berhasil merilis brandmake up dan skincare yang ia bentuk sendiri. Tasya memberi nama “Mother Of Pearl” atau yang dapat disingkat menjadi “MOP” sebagai nama untuk brand kecantikannya itu. Nama“Mother Of Pearl” sendiri diambil dari nama jenis kupu-kupu, loh. Tasya memiliki keinginan untuk membuat produk yang ketika dipakai rasanya dan kandungannya itu luxuriuos, tetapi memiliki harga yang ramah dikantong. Maka dari itu, terciptalah “Mother Of Pearl”.
Komunikasi massa adalah komunikasi yang paling efektif dilakukan Tasya Farasya dalam dunia pekerjaannya. Dengan menggunakan teknologi, seperti handphone dan laptop, serta dengan bantuan media sosial, ia dapat menyebarluaskan pesan yang ada pada kontennya secara serentak untuk memengaruhi penggemarnya yang berada di semua daerah.
Menurut DeFleur & Dennis (1985), komunikasi massa adalah proses dimana para komunikator profesional menggunakan media untuk menyebarkan pesan secara luas, cepat dan berkelanjutan kepada khalayak luas yang beragam dengan tujuan untuk mempengaruhi khalayak tersebut. Tasya Farasya juga melakukan komunikasi dengan model linear atau satu arah, di mana model tersebut memang sangat cocok untuk mempengaruhi para penggemarnya sesuai dengan tujuan dari pekerjaannya.
Kawan GNFI, saat ini, Tasya Farasya adalah seorang beauty influencer yang memiliki 6,5 juta followers di akun media sosial Instagram, 4,23 juta subcribers, dan 3,5 juta followers di akun media sosial TikTok. Tasya kerap membuat video konten yang berisikan tutorialmake up dengan produk lokal yang harganya ramah di kantong remaja.
Selain itu, ia juga membuat video ulasan produk secara jujur dan membuat video make up sesuai permintaan para penggemarnya ataupun make up yang sedang ramai diperbincangkan. Berkat ulasannya yang selalu jujur dan sesuai, Tasya yang mempunyai slogan “Tasya Farasya Approved” membuat banyak remaja wanita terpengaruh atas produk make up dan skincare yang ia pakai.
Melalui media sosialnya, Tasya Farasya tidak hanya membagikan konten seputar dunia kecantikannya saja, tetapi ia juga kerap membagikan video kegiatan sehari-harinya yang berjudul “vlog amatir” di YouTube. Selain membuat konten, Tasya juga sering berinteraksi dengan para penggemarnya melalui question box yang ia buat di Instagram.
Hal ini dapat membuat para penggemarnya secara tidak langsung merasakan kedekatan dengan Tasya. Tim dari Tasya juga pintar dalam berinteraksi dengan para penikmat konten dari Tasya Farasya. Mereka membuat akun instagram @tfjadaily dan sering mengunggah kebersamaan mereka saat bekerja dengan Tasya Farasya. Dengan melihat hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa mereka mampu menarik para penggemar baru dan mampu menjaga para penggemar yang sudah lama menyukai Tasya.
Berkat kemahirannya dalam berinteraksi dengan para penggemar, Tasya memiliki popularitas yang cukup besar di kalangan wanita, khususnya wanita gen Z. Ia mampu memengaruhi para penggemarnya untuk membeli produk yang diulasnya dan memengaruhi para penggemarnya untuk menonton konten dirinya. Oleh karena itu, para penggemarnya sangat mendukung dan memberi respon yang baik terhadap konten yang ia buat dan juga terhadap produk yang ia ciptakan, Kawan GNFI.
Referensi:
- Cahyani, A. P. (2022). Pengaruh daya tarik fisik, kredibilitas dan interaksi parasosial pada diri beauty influencer terhadap niat beli produk kosmetik focallure pada generasi z. . https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/106884.
- Cinthya. (2022). Beauty Influencer: Penjelasan dan Potensi untuk Bisnis. https://accurate.id/digital-marketing/beauty-influencer/.
- Katalisnet. (2021). Pengertian Komunikasi Massa dan Karakteristiknya. https://katalisnet.com/pengertian-komunikasi-massa-dan-karakteristiknya/
- Ochell. (2021). Semua yang Harus Kamu Tahu Tentang Mother of Pearl by Tasya Farsya. https://editorial.femaledaily.com/blog/2021/09/01/semua-yang-harus-kamu-tahu-tentang-mother-of-pearl-by-tasya-farsya.
- Susi Anggriani, A. H. (2022). Pengaruh Terpaan Video Beauy Vlogger pada Kanal Youtube TasyaFarasya Terhadap Perilaku Merias Wajah Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar. https://journal.univpancasila.ac.id/index.php/publish/article/download/4098/2027, 114-115.
- UMY. (2019). 43.Gambaran Umum A.Profil Tasya Farasya. https://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/28603/F.%20BAB%20II.pdf?sequence=7&isAllowed=y, 43-44.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


