Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan inovasi pengolahan sampah organik terpadu menggunakan Black Soldier Fly (BSF) atau maggot. Langkah ini dioptimalkan sebagai solusi biologi yang efektif untuk mengurai limbah sisa makanan dari kantin dan berbagai unit usaha di lingkungan kampus.
Pengelolaan ini difokuskan pada sampah organik basah yang selama ini menjadi tantangan terbesar dalam hal kebersihan lingkungan. Melalui pemanfaatan maggot BSF, sisa makanan dari seluruh unit usaha diolah menjadi pakan larva sehingga mampu mereduksi volume limbah dalam waktu singkat serta mengubah beban buangan menjadi sumber daya produktif.
"Sampah organik basah adalah jenis sampah yang paling sulit dikelola sehingga kami mengembangkan pengolahan menggunakan maggot BSF," ujar Kepala Subdirektorat Infrastruktur Berkelanjutan UMY, Ferriawan Yudhanto, di Yogyakarta.
Selain limbah basah, UMY juga konsisten mengolah sampah organik kering seperti dedaunan dan sisa pemangkasan tanaman menjadi pupuk kompos. Hasil produksi kompos tersebut kemudian dimanfaatkan kembali oleh pihak universitas untuk memenuhi kebutuhan penghijauan serta pemeliharaan vegetasi di seluruh area kampus.
Pihak universitas berharap model pengelolaan limbah mandiri ini dapat menjadi percontohan bagi lembaga pendidikan lain serta masyarakat luas. Guna mendukung konsep gerakan kampus hijau yang lebih luas, UMY juga menjalankan kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, pemanfaatan energi tenaga surya, hingga rencana pengoperasian bus jemputan listrik untuk menekan emisi karbon.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


