PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) uji coba untuk menambah frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi hari kerja. Langkah adaptif ini dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 8 Juni hingga Jumat, 12 Juni 2026 mendatang.
Penyisipan jadwal tambahan ini difokuskan pada relasi padat penumpang menuju pusat aktivitas ibu kota, yakni jalur Jatimulya–Dukuh Atas BSI serta Harjamukti–Dukuh Atas BSI.
Kebijakan operasional tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pergerakan komuter yang menunjukkan adanya penumpukan volume masyarakat dalam rentang waktu yang sama setiap pagi.
“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” urai Manager of Public Relation LRT Jabodebek Radhitya Mardika.
Sepanjang masa uji coba berjalan, sistem pelayanan tiket dan operasional stasiun tetap berfungsi secara normal bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan. Rekayasa slot waktu perjalanan ini diharapkan mampu mengurai penumpukan antrean penumpang di peron stasiun sekaligus mendistribusikan keterisian rangkaian kereta secara lebih merata.
Tingkat kepadatan tertinggi pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB didominasi oleh Stasiun Harjamukti dengan rata-rata 6.224 pengguna per hari, diikuti Stasiun Cikunir 1 dan Stasiun Jatimulya.
Selain stasiun keberangkatan utama, titik integrasi moda seperti Stasiun Cikoko juga mencatatkan sirkulasi tinggi dengan melayani 3.432 komuter per hari pada jam sibuk tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


