Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merencanakan skema beasiswa khusus bagi para aktivis kampus.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengikis stigma negatif bahwa aktif di organisasi hanya membuang waktu dan menunda kelulusan, sekaligus memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa.
Kampus berjuluk Kampus Putih ini berkomitmen untuk mengategorikan keaktifan di BEM, Senat, HMJ, hingga UKM sebagai sebuah prestasi yang layak mendapatkan dukungan finansial dan akademis.
”Kami sedang mematangkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis. Kami ingin mereka tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga merasa didukung secara finansial dan akademis oleh kampus,” kata Wakil Rektor III UMM, Nur Subeki.
Tak hanya dukungan materi, UMM juga akan memberikan fasilitas pendampingan intensif bagi setiap inisiatif mahasiswa. Hal ini mencakup pengawalan terhadap Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan untuk memastikan dampak positif bagi masyarakat.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mahasiswa untuk berkecimpung di organisasi tanpa perlu khawatir akan ketertinggalan secara akademis.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


