Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan jalan tol yang menembus perbukitan di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, akan dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero).
Langkah ini diambil sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan lalu lintas sekaligus melindungi jalur transportasi utama Padang–Bukittinggi yang rentan terhadap ancaman bencana alam.
Direktur Jenderal Bina Marga, Roy Rizali Anwar, mengungkapkan bahwa proyek ini tengah memasuki tahap penyelidikan tanah, perizinan, hingga penentuan trase untuk mempercepat proses konstruksi.
Pembangunan tol ini menjadi prioritas utama guna memastikan konektivitas di wilayah Sumatera Barat tetap terjaga pascabanjir bandang.
Rencana ini pertama kali mencuat setelah kondisi jalan nasional di Lembah Anai mengalami kerusakan parah akibat hantaman banjir bandang berulang pada tahun 2024 dan 2025.
Menteri PU menilai beban jalan di bawah perbukitan terjal tersebut sudah terlalu besar, sehingga pembangunan tol yang menembus bukit dianggap sebagai langkah bantuan yang mendesak.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada jalan nasional yang posisinya sangat berdekatan dengan aliran sungai dan tebing yang rawan longsor.
Meskipun nilai investasi masih dalam tahap kajian awal, pemerintah berkomitmen untuk memulai pengerjaan fisik secepat mungkin agar mobilitas logistik dan masyarakat tidak lagi terhambat oleh cuaca ekstrem.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


