Perum Bulog mencatatkan realisasi penyerapan gabah dan beras hasil panen petani domestik sebesar 3,01 juta ton hingga awal Juni 2026. Capaia dalam kurun waktu kurang dari enam bulan ini setara dengan 75 persen dari total target pengadaan tahunan yang ditetapkan sebesar empat juta ton.
Penetapan regulasi harga pembelian pemerintah (HPP) dikunci pada angka Rp6.500 per kilogram untuk komponen gabah kering. Standardisasi ini dinilai memberikan kepastian pasar bagi para produsen pertanian sekaligus melindungi stabilitas harga komoditas pangan pokok di seluruh wilayah.
"Keberhasilan serapan mencapai tiga juta ton ini bukan hanya angka, tetapi wujud nyata keberpihakan negara kepada petani dan komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional," kata Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.
Kemitraan bersama jajaran penyuluh hingga penggilingan padi lapangan dilaporkan ikut mendongkrak akumulasi stok cadangan beras pemerintah (CBP) ke level tertinggi dalam sejarah modern. Ketersediaan beras yang dikelola saat ini telah melampaui lima juta ton di gudang-gudang penyimpanan.
Kondisi logistik yang kuat ini dipersiapkan sebagai instrumen pengaman untuk melakukan operasi stabilisasi pasar serta penanganan kedaruratan bencana.
Bulog optimistis sisa pagu kuota tahun berjalan dapat terpenuhi lebih awal sebelum akhir tahun seiring masih berlangsungnya masa panen di beberapa sentra produksi strategis.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


