Peristiwa budaya yang paling dinanti dari suku Baduy, yaitu Seba Baduy, dipastikan kembali hadir tahun ini. Berdasarkan informasi resmi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lebak, Seba Baduy 2026 akan berlangsung selama 4 hari, mulai dari tanggal 23—26 April 2026. Prosesi sakral ini nantinya akan berpusat di Pendopo Bupati Kabupaten Lebak.
Secara harfiah, seba berarti persembahan. Ritual ini merupakan momen bagi warga Baduy untuk menyerahkan hasil panen kepada pemerintah sebagai simbol rasa syukur dan ketaatan.
Tradisi luhur ini sudah terjaga kelestariannya sejak zaman Kesultanan Banten. Seba sendiri merupakan puncak dari rangkaian upacara adat Kawalu, yaitu masa penyucian diri atau puasa warga Baduy yang dilakukan selama tiga bulan penuh.
Dalam prosesinya, ribuan warga Baduy Luar dan Baduy Dalam akan melakukan perjalanan panjang atau long march. Mereka berjalan kaki puluhan kilometer dari desa di Pegunungan Kendeng menuju pusat pemerintahan di Rangkasbitung (Pendopo Bupati Lebak) hingga ke Serang (Pendopo Provinsi Banten).
Tujuan utama perjalanan ini adalah menemui “Bapak Gede” atau kepala daerah untuk menyerahkan hasil bumi sekaligus menyampaikan amanat leluhur untuk menjaga kelestarian alam. Tahun ini, Seba Baduy mengusung tema “Warisan Karuhun, Inspirasi Kiwari, Ngahiji Dina Tradisi”.
Bagi masyarakat umum maupun wisatawan yang ingin menyaksikan langsung prosesi unik ini, sangat disarankan untuk mencatat tanggalnya agar tidak terlewatkan. Selain bisa melihat langsung kedatangan ribuan warga Baduy, pengunjung juga biasanya dapat menikmati berbagai pameran produk UMKM khas Lebak yang menarik.
Jangan lupa untuk tetap menjaga ketertiban dan menghormati aturan adat selama acara berlangsung, ya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


