Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menyatakan bahwa peluang calon mahasiswa untuk lolos ke perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) cenderung lebih besar dibandingkan jalur lainnya.
Sekretaris Panitia SNPMB 2026, Bekti Cahyo Hidayanto, menjelaskan bahwa jalur ini menawarkan kuota yang signifikan, dengan minimum penerimaan sebesar 30 persen dari total daya tampung pada PTN Berbadan Hukum (PTN-BH) seperti ITS.
Besarnya alokasi kursi ini memberikan ruang kompetisi yang lebih terbuka bagi lulusan tahun berjalan maupun lulusan dua tahun sebelumnya yang ingin mencoba peruntungan kembali.
Pelaksanaan SNBT 2026 akan mengujikan tujuh subtes yang terbagi dalam kategori Tes Potensi Skolastik (TPS) dan tes literasi dengan durasi pengerjaan total selama 195 menit.
Panitia menekankan adanya sistem pembobotan nilai, di mana evaluasi hasil tes akan disesuaikan dengan relevansi program studi yang dipilih oleh masing-masing peserta.
Misalnya, pada tes literasi bahasa Indonesia, soal-soal yang disajikan akan menjurus pada konteks bacaan sains dan teknologi (saintek) serta sosial dan humaniora (soshum) untuk mengukur kedalaman analisis calon mahasiswa.
Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar UTBK SNBT 2026, batas akhir pendaftaran ditetapkan hingga 7 April 2026 melalui portal resmi SNPMB.
Beberapa persyaratan utama yang wajib dipenuhi meliputi kepemilikan akun SNPMB aktif, status Warga Negara Indonesia dengan NIK, serta batasan usia maksimal 25 tahun bagi lulusan tahun 2024, 2025, dan 2026.
Mengingat waktu pendaftaran yang segera berakhir, peserta diimbau untuk segera menyelesaikan proses registrasi dan memastikan seluruh data administrasi telah terunggah dengan benar guna menghindari kendala teknis di akhir periode.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


