PT Kereta Api Indonesia memproses pengembangan area peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor guna meningkatkan kapasitas tampung penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek.
Pembaruan infrastruktur perkeretaapian ini berfungsi memperlancar pergerakan naik turun pengguna jasa serta meminimalkan penumpukan massa pada jam sibuk pergerakan kerja.
Sepanjang periode semester pertama tahun 2026, koridor lintasan Bogor Line tercatat telah melayani akumulasi total mobilitas sebanyak 78,07 juta pelanggan.
Data operasional merekam tingkat pergerakan harian pada jalur angkutan tersebut menyentuh angka rata-rata 431.368 pengguna yang memanfaatkan layanan logistik penumpang.
"Besarnya volume pelanggan menjadikan peningkatan kapasitas sebagai kebutuhan penting," ujar Vice President Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia Anne Purba.
Pekerjaan teknis di lapangan menyasar penyesuaian fasilitas peron agar mampu mengakomodasi operasional rangkaian kereta dengan formasi 12 gerbong utuh.
Sebelum proyek perluasan ini berjalan, fasilitas infrastruktur pada ketiga jalur rel tersebut hanya mampu menampung kapasitas maksimal rangkaian 10 kereta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


