Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta mengerahkan tim untuk mendampingi kondisi kejiwaan anak-anak serta warga terdampak kebakaran di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran.
Langkah ini berjalan di posko penampungan guna mereduksi kecemasan sekaligus memberikan hiburan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengonfirmasi sebanyak 522 jiwa terpaksa mengungsi pada delapan tenda darurat pascamusibah tersebut. Penanganan di area pengungsian turut memprioritaskan pemenuhan pasokan logistik khusus perempuan dan balita, mulai dari popok sekali pakai hingga asupan susu.
"Layanan trauma healing bertujuan memberikan hiburan sekaligus edukasi, termasuk cara mengelola kecemasan bagi anak penyintas kebakaran di lokasi pengungsian," kata Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta Dwi Oktavia TLH.
Pemerintah daerah juga mengantisipasi kendala pendidikan yang dihadapi para pelajar di wilayah RW 04 karena kehilangan seragam serta alat tulis akibat terbakar. Dinas Pendidikan DKI Jakarta menetapkan kebijakan dispensasi berupa penyelenggaraan ujian susulan bagi anak-anak pengungsi agar hak belajar mereka tidak terputus.
Penataan posko kesehatan dan dapur umum terus dioptimalkan secara berkala bersama jajaran kepolisian serta instansi sosial terkait. Pengawasan medis diintensifkan guna memantau perkembangan kesehatan jasmani para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti ibu hamil dan lansia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


