event pariwisata dan budaya yang wajib dikunjungi di april 2026 jangan sampai terlewat - News | Good News From Indonesia 2026

Event Pariwisata dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di April 2026, Jangan Sampai Terlewat!

Event Pariwisata dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di April 2026, Jangan Sampai Terlewat!
images info

Event Pariwisata dan Budaya yang Wajib Dikunjungi di April 2026, Jangan Sampai Terlewat! | Wikimedia Commons


Indonesia tidak hanya kaya akan destinasi wisata, tetapi juga memiliki beragam agenda event daerah yang sarat budaya dan tradisi.

Berbagai festival ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan sekaligus upaya pelestarian budaya lokal. Berikut beberapa agenda event pariwisata Indonesia di bulan April 2026 yang menarik untuk disimak.

Solo Menari

Diselenggarakan setiap tahun di Surakarta, Solo Menari menjadi salah satu festival tari terbesar di Indonesia. Ratusan penari dari berbagai kalangan tampil serempak di ruang publik untuk merayakan Hari Tari Dunia.

Tahun ini, Solo Menari mengusung tema “Aku Kipas (Aha Pankha)”, festival tersebut terinspirasi dari sejarah penggunaan kipas tangan dan kipas lipat yang telah ada sejak ribuan tahun lalu dan menjadi bagian penting dalam berbagai tradisi tari di dunia, termasuk di Indonesia.

Acara ini akan digelar bertepatan dengan Hari Tari Dunia pada 29 April 2026.

Festival Seni Budaya Sayang Heulang

Beralih ke Garut, Festival Seni Budaya Sayang Heulang menghadirkan kekayaan budaya Sunda dalam satu panggung. Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seperti tari tradisional, musik khas Sunda, hingga pameran UMKM lokal.

Selain sebagai hiburan, acara tersebut juga menjadi wadah promosi budaya dan ekonomi kreatif masyarakat Garut. Acara ini akan diselenggarakan pada Sabtu, 11 April 2026 di Bukit Teletubbies Sayang Heulang, Garut Selatan. 

Festival Rimpu Mantika

Akan digelar di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 23–25 April 2026, festival ini mengangkat tema “Preserving Culture and History” untuk melestarikan tradisi rimpu, kain penutup kepala khas perempuan Bima yang menjadi simbol identitas sejak zaman Kesultanan Bima.

Pengunjung bisa menyaksikan pawai rimpu, pertunjukan seni budaya, dan mencicipi kuliner tradisional langka seperti utambeca sako, karawiti, dan pangaha bunga. Festival ini juga mendukung ekonomi kreatif lokal dan pariwisata halal di daerah tersebut.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.