Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menerbitkan surat edaran yang memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa semester lima ke atas untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kebijakan ini merupakan langkah mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi krisis energi global akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Mahasiswa diperkenankan memilih metode kuliah daring atau hibrida mulai pekan ini, terutama untuk mata kuliah yang tidak membutuhkan kehadiran fisik di kelas.
Meskipun demikian, Brian menekankan bahwa kebijakan ini tidak berlaku bagi mahasiswa tahun pertama dan kedua (di bawah semester lima) karena fase awal perkuliahan dianggap sebagai masa pemberian dasar materi yang krusial.
Kuliah daring juga dilarang untuk mata kuliah yang memerlukan kegiatan praktikum, studio, atau aktivitas laboratorium yang wajib dilaksanakan secara luring.
Pemerintah memberikan wewenang penuh kepada setiap perguruan tinggi untuk mengkaji dan menentukan sendiri mata kuliah mana saja yang paling memungkinkan untuk diselenggarakan secara hybrid.
Selain pengaturan bagi mahasiswa, edaran ini juga mengatur skema kerja tenaga kependidikan dan dosen agar dapat bekerja dari rumah (WFH) satu hari dalam sepekan.
Pihak kampus diminta menyusun jadwal perkuliahan agar lebih terkonsentrasi dalam empat hari kerja sehingga mobilitas civitas akademika ke kampus dapat berkurang secara signifikan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan konsumsi energi di lingkungan pendidikan tinggi tanpa mengurangi kualitas capaian pembelajaran mahasiswa.
Kawan GNFI perlu mencatat bahwa pemerintah juga mendorong percepatan digitalisasi administrasi kampus, termasuk pemindahan sistem transkrip nilai ke format digital.
Adaptasi teknologi ini bertujuan agar urusan birokrasi mahasiswa tidak lagi mengharuskan kehadiran fisik di lokasi, sejalan dengan semangat efisiensi energi nasional.
Inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan tinggi turut berperan aktif dalam merespons dinamika geopolitik global demi menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


