Dilansir dari situs BRIN, pada tanggal 12 Maret 2026, BRIN resmi mengoperasikan Fasilitas Akselerator Elektron Energi Tinggi (AEET) yang dirancang untuk mendukung pengawetan pangan, industri kesehatan, serta penguatan ekspor produk bernilai tambah.
AEET adalah fasilitas iradiasi yang memanfaatkan teknologi radiasi berkas elektron yang aman, efisien, tidak meninggalkan residu, dan ramah lingkungan untuk meningkatkan industri nasional, sebagai infrastruktur strategis.
Fasilitas ini merupakan kolaborasi antara riset dan industri, yaitu PT Jayatunggal Sekarmulya dengan BRIN. Kolaborasi ini menjadi langkah untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset BRIN untuk dapat diakses serta dimanfaatkan secara luas oleh sektor industri.
Arif Satria selaku Kepala BRIN menjelaskan, pengembangan Fasilitas AEET ini merupakan contoh nyata dari sinergi antara riset, teknologi, dengan industri nasional dapat menghasilkan dan memberikan manfaat ekonomi yang konkret bagi Indonesia.
Fasilitas AEET menggunakan teknologi electron beam (E-Beam) yang memiliki keunggulan lebih cepat, lebih efisien dan lebih mudah dikontrol untuk berbagai kebutuhan sterilisasi produk dibandingkan dengan gamma dan sinar-X, tambahnya.
Program ini dirancang dengan energi elektron maksimal 10 MeV dan daya listrik 20kW, jangkauan dosis 1 kGy hingga 100 kGy, tingkat keseragaman dosis ± 5 persen, serta kapasitas output maksimal mencapai 10,8 ton per jam pada dosis 4kGy sesuai persyaratan FDA. Hal tersebut menjadikannya sebagai salah satu fasilitas yang efisien untuk mendukung kebutuhan industri, terutama pada sektor pangan, kesehatan, serta kosmetik.
Fasilitas ini dapat memproses rempah-rempah, bahan baku kosmetik, produk kesehatan, bahan baku konsumen, hingga bahan pangan seperti beras dan makanan siap saji. Membuat masa simpannya dapat diperpanjang hingga ratusan hari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


