Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian Firoos Ghathfaan Ramadhan, siswa kelas 8 SMPIT 'Alamy Subang yang berhasil menemukan celah keamanan pada sistem NASA.
Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh berupa pendampingan riset serta bantuan pendanaan untuk proyek-proyek masa depan Firoos di bidang teknik informatika.
Selain dukungan finansial, BRIN juga berencana mempertemukan Firoos dengan para periset senior di bidang teknologi informasi.
“Proposal risetnya kirim ke BRIN, nanti kami akan membantu pendanaan risetnya. Kami juga akan pertemukan Firoos dengan periset-periset top di BRIN agar bisa belajar lebih jauh lagi,” ujar Kepala BRIN, Prof. Arif Satria, Rabu (6/5).
Firoos meraih pengakuan dunia internasional setelah menggunakan teknik Open Source Intelligence (OSINT) untuk mengumpulkan data dari sumber terbuka dan mengidentifikasi kerentanan pada sistem keamanan NASA. Atas temuan tersebut, ia telah menerima sertifikat pengakuan resmi dari lembaga penerbangan dan antariksa Amerika Serikat tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Firoos juga menerima bantuan fasilitas berupa iPad Pro guna menunjang aktivitas belajar dan eksplorasi digitalnya.
Siswa asal Subang ini mengungkapkan bahwa motivasinya mendalami dunia IT dan mencari celah keamanan internasional adalah sebagai upaya untuk memperkuat portofolio akademik guna mengincar ASEAN Scholarship di Singapura.
Pihak sekolah diharapkan dapat terus mengawal perkembangan akademik Firoos agar riset-riset yang dijalankan tetap seimbang dengan kewajiban studinya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


