Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong percepatan pembangunan kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek ini diharapkan dapat segera beroperasi guna memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal serta meningkatkan pendapatan devisa melalui sektor perikanan budidaya.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb. Haeru Rahayu, mengakui bahwa progres pembangunan saat ini masih berada di tahap awal atau di bawah 10 persen.
Namun, pemerintah berkomitmen melakukan berbagai langkah melalui koordinasi intensif bersama pihak konsorsium pelaksana yang bertanggung jawab atas desain dan aspek teknis lapangan.
Pembangunan kawasan tambak udang raksasa ini ditargetkan tuntas sepenuhnya dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Meskipun pengerjaan keseluruhan masih berjalan, KKP memproyeksikan sebagian area tambak sudah mulai dapat dioperasionalkan secara bertahap pada tahun depan sebagai bagian dari strategi percepatan manfaat.
Proyek di Waingapu ini sebelumnya diproyeksi mampu menyerap hingga 8.820 tenaga kerja dan membidik perolehan devisa sebesar Rp4,5 triliun per tahun dengan target produksi 52.000 ton udang.
Kehadiran tambak udang ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru di wilayah Nusa Tenggara Timur yang berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


