PT Brantas Abipraya mengaktifkan operasional Bendungan Sidan di Bali serta Bendungan Keureuto di Aceh guna memperkuat stabilitas pasokan energi nasional.
Pemberlakuan fungsi kedua infrastruktur penampungan air tersebut berjalan secara serentak menyusul proses peresmian komprehensif oleh Presiden Prabowo Subianto.
Penyelesaian pembangunan fisik sarana ini berfungsi menjamin pemenuhan kebutuhan area pertanian sekaligus meningkatkan volume ketersediaan air bersih kemasyarakatan.
Bendungan Sidan memiliki volume daya tampung air maksimal sebesar 5,76 juta meter kubik dengan sokongan kapasitas penyediaan air baku 1,75 meter kubik per detik.
Prasarana pengairan di wilayah Bali tersebut dikonfirmasi mampu mengalirkan pasokan irigasi lahan pertanian seluas 9.598 hektare hingga menghasilkan daya listrik 8,08 megawatt.
Sementara itu, Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara diproyeksikan mampu mereduksi dampak luapan banjir setingkat area seluas 627 hektare.
Fasilitas penahan debit air di wilayah Aceh ini menyimpan potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung dengan proyeksi kapasitas produksi menyentuh 179 megawatt.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


