Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meluncurkan aplikasi baru bertajuk “Ayo ke Taman Nasional” untuk mempercepat digitalisasi layanan di kawasan konservasi.
Integrasi sistem ini dirancang guna mempermudah publik dalam melakukan pembelian tiket masuk serta mengakses pusat informasi destinasi wisata alam secara daring.
Pembaruan ini ditargetkan mampu mengoptimalkan pengelolaan 57 Taman Nasional dan 143 Taman Wisata Alam di Indonesia yang tren kunjungannya terus meningkat.
“Ini sebuah platform yang kami harapkan dapat memudahkan masyarakat membeli tiket dan mencari informasi dengan lebih cepat. Transformasi digital merupakan salah satu cita-cita yang kini telah berjalan sekitar 93 persen dan diperkuat dengan hadirnya aplikasi ini,” kata Raja Juli Antoni.
Upaya digitalisasi ini sekaligus memangkas mekanisme penjualan tiket manual dengan sistem sobek konvensional yang dinilai kurang efisien dan minim transparansi. Hingga saat ini, perluasan sistem tiket elektronik diklaim telah berhasil diterapkan pada 93 persen taman nasional di seluruh tanah air.
Untuk area pelosok yang masih terkendala pasokan listrik serta jaringan internet, kementerian mengadopsi perangkat pendukung berbasis panel surya. Pemanfaatan instalasi mandiri tersebut disiapkan agar layanan administrasi digital tetap dapat berjalan stabil di kawasan terpencil.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


