Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pada berbagai sumber protein dan karbohidrat utama.
Dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (7/4), Amran mengungkapkan komoditas strategis seperti beras, telur, daging ayam, dan jagung pakan telah memenuhi kebutuhan nasional secara mandiri.
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras sepanjang tahun tersebut karena produksi mencapai 34,69 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi sebesar 31,16 juta ton.
"Kami telah mencapai swasembada baik dalam protein maupun karbohidrat. Ini adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh," ujar Amran Sulaiman.
Hal serupa juga tercatat pada sektor peternakan. Produksi daging ayam mencapai 4,29 juta ton dan telur sebesar 6,54 juta ton, keduanya melampaui angka konsumsi tahunan masyarakat.
Selain itu, ketergantungan pada jagung pakan impor telah dihapus seiring dengan produksi domestik yang menyentuh angka 16,16 juta ton.
Hingga 7 April 2026, stok beras di gudang pemerintah mencapai 4,6 juta ton. Cadangan lainnya juga disebut tersedia dalam jumlah memadai, termasuk minyak goreng sebanyak 122.000 kiloliter, gula konsumsi 48.000 ton, serta ribuan ton daging sapi dan kerbau.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


