Rafi Ashza Sejati, alumnus Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), sukses membawa perusahaan rintisan (startup) besutannya bernama HIEREN menembus pusat inovasi teknologi global di Silicon Valley, Amerika Serikat.
Pencapaian internasional pemuda asal Cilacap ini berakar dari kepeduliannya terhadap masalah keterbatasan akses pasokan listrik yang kerap melanda wilayah pesisir.
Ia merancang sebuah formula solusi berupa social enterprise bidang energi terbarukan yang operasional teknisnya melibatkan langsung pemberdayaan elemen warga desa.
Perangkat yang diciptakan menggunakan konsep modular praktis siap pakai (plug and play) tanpa memerlukan proses instalasi rumit sehingga bisa langsung beroperasi optimal.
Unit penyuplai daya mandiri ini juga dibekali teknologi kecerdasan buatan berbasis Artificial Intelligence of Things (AIoT) untuk mengawal efisiensi pemakaian.
Sistem penyimpanan energi berskala mikro tersebut dirancang tangguh agar mampu menyuplai kebutuhan listrik rumah tangga pedesaan secara konstan selama 24 jam.
"Inovasi ini berupa sistem modular plug and play yang dapat langsung digunakan tanpa proses perakitan dan mampu menyulyai daya. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi yang lahir dari kampus dan desa dapat diterima dunia,” kata Rafi Ashza Sejati, Minggu (24/5).
Rafi yang merupakan lulusan program studi Kesehatan Masyarakat angkatan 2022 ini awalnya mengembangkan embrio bisnis lewat fasilitas Pusat Inkubator Bisnis LPPM Unsoed.
Riset purwarupa komoditas teknologi hijau tersebut mendapatkan bimbingan intensif dari tim akademisi kampus sebelum akhirnya diterjunkan ke ajang kompetisi nasional.
Produk inovatif ini kemudian berhasil mengamankan posisi tiga besar dalam ajang Pertamuda Seed and Scale 2025 untuk kategori pengembang sektor energi.
Prestasi tersebut membuka peluang bagi dirinya untuk diberangkatkan dalam program Pertamuda Overseas guna menjajaki ekosistem digital global selama sepekan.
Selama berada di Amerika, ia berkesempatan mengunjungi kantor pusat Google serta mempresentasikan sistem modular desa ini di hadapan komunitas global Startup Grind.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


