subjek wisata bukan objek wisata 39k0zx - News | Good News From Indonesia 2026

Subjek Wisata, bukan Objek Wisata

Subjek Wisata, bukan Objek Wisata
images info

Metode subjektivikasi sangat penting untuk dilakukan sebagai upaya memberi “nyawa” pada tempat wisata. 

Frasa “objek wisata” memang terasa janggal jika direnungkan. Objek. Coba sebut sekali lagi: objek. Ya, kata ini terasa dingin. Pasif. Tak bicara. Tak bercerita. Tak punya emosi. Ia, hanya sepintas ada: seperti meja di ruang tamu yang keberadaannya baru disadari saat ada tamu datang.

Dalam konteks tempat wisata budaya (sejarah), kondisinya justru lebih janggal lagi: kata “objek” telah menempatkan wisatawan sebagai subjek berkuasa namun buta. Sementara warga desa sebagai pemilik peta, justru seperti tak diberi ruang untuk menyampaikan cerita mereka.

Menyebut Kayangan Api sebagai sebuah “objek” wisata, secara tak langsung telah menenggelamkan masyarakat sekitar di bawah kamera dan algoritma. Menyebut Museum Bengawan sebagai “objek” wisata, secara tak langsung telah meniadakan warga desa sebagai subjek peristiwa.

Tempat memang objek. Namun, begitu menjadi tempat wisata, sudah semestinya ia menjadi subjek. Sebab logikanya, keberadaan kata “wisata” telah mengubah tempat biasa menjadi lebih istimewa. Dan keistimewaan ini tidak berdiri sendiri. Butuh warga sekitar sebagai penjaga cerita.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.