JAKARTA | SAGOE TV β Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia tengah merancang skenario substitusi bagi peran Indonesia di Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian menyusul ketidakpastian legitimasi lembaga tersebut setelah serangan militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) lalu.
Kepala Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri Kemlu RI, Muhammad Takdir, mengatakan agenda BoP untuk sementara waktu telah dihentikan.
βNah ini sudah diputuskan suspend (agenda BoP). Jadi kalau dilihat di sini, berarti harus disubstitusi ke dalam peran yang lain,β ujar Muhammad Takdir melalui keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).
Salah satu opsi yang tengah dikaji di internal Kemlu adalah pembentukan utusan khusus atau special envoy untuk Palestina. Utusan tersebut nantinya bertugas mengkoordinasikan penyaluran bantuan dari Indonesia ke wilayah Gaza.
Muhammad Takdir menjelaskan, langkah tersebut merupakan tambahan dari peran yang sebelumnya telah diinisiasi mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melalui penunjukan konsul kehormatan di Ramallah.
Baca Selengkapnya

