ARAH PANTURA – Terletak di ujung barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) merupakan kawasan konservasi yang kaya akan keanekaragaman hayati dan sejarah.
Sebagai taman nasional pertama di Indonesia, Taman Nasional Ujung Kulon telah menjadi simbol penting dalam upaya pelestarian alam dan budaya di tanah air.
Taman Nasional Ujung Kulon didirikan pada tahun 1980 dan pada 15 Februari 1991, kawasan ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO karena memiliki hutan hujan dataran rendah terbesar yang tersisa di Pulau Jawa serta menjadi habitat bagi badak Jawa yang terancam punah.
Dengan luas sekitar 105.694,46 hektar, taman nasional ini mencakup semenanjung Ujung Kulon, pegunungan Honje, serta beberapa pulau seperti Peucang, Handeuleum, dan Panaitan.
Vegetasi di TNUK sangat beragam, mulai dari hutan hujan tropis, hutan mangrove, hingga padang rumput dan rawa-rawa. Keanekaragaman ekosistem ini menjadikan TNUK sebagai laboratorium alam yang penting untuk penelitian dan pendidikan lingkungan.
Baca Selengkapnya

