Pasbana - Di lereng-lereng perbukitan Sumatera Barat, pagi sering dimulai dengan langkah perlahan para panagua—sebutan bagi penyadap nira dalam tradisi Minangkabau.
Saat embun masih menggantung di dedaunan, mereka telah memanjat pohon anau yang menjulang, membawa harapan yang menetes setitik demi setitik dari tangkai bunga aren.
Tradisi ini dikenal dengan istilah managua aia anau. Bagi masyarakat Minang, air nira atau aia anau bukan sekadar cairan manis, melainkan sumber penghidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dari sanalah lahir gula anau dan manisan anau yang menjadi bagian dari kekayaan kuliner Ranah Minang.


