Padang, pasbana - Di Kota Padang, aroma rempah bukan sekadar penggugah selera. Di balik semangkuk soto hangat, sepotong martabak, atau sepiring rendang, tersimpan kisah panjang perjumpaan budaya yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Di kota pelabuhan yang sejak lama menjadi tempat singgah berbagai bangsa itu, rasa tumbuh dari keberagaman. Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias hidup berdampingan, lalu perlahan saling memengaruhi. Dari percampuran itulah lahir identitas kuliner Padang yang kini ingin diperkenalkan kepada dunia.
Pemerintah Kota Padang tengah mempersiapkan langkah besar. Bukan sekadar mengejar prestise internasional, tetapi menjadikan kekayaan kuliner sebagai kekuatan ekonomi dan diplomasi budaya. Targetnya jelas: membawa Padang masuk dalam jaringan UNESCO Creative Cities Network (UCCN) sebagai Kota Gastronomi Dunia pada 2027.


