Dahulu, Spanyol dan Portugal bertemu di lautan demi berebut rempah Nusantara. Hari ini, mereka kembali berjumpa di lapangan hijau demi berebut piala.
Jauh sebelum Piala Dunia dikenal manusia, bahkan sebelum istilah “Derby Iberia” tercipta, dua bangsa di ujung barat Eropa itu telah dipertemukan ambisi yang sama: mengarungi samudra demi menemukan sesuatu yang pada zamannya lebih berharga daripada emas: rempah-rempah.
Hari ini kita mengenal rempah-rempah (pala, cengkih, lada, dan kayu manis) sekadar bumbu dapur. Namun lima abad silam, aroma rempah dari Kepulauan Maluku mampu menggerakkan armada-armada terbesar di dunia. Demi mencarinya, bangsa-bangsa Eropa rela menembus badai, mengarungi samudra, dan mempertaruhkan nyawa.
Ini terjadi ketika VOC belum lahir ke dunia. Bahkan Belanda masih menjadi anak kecil budak jajahan Spanyol. Dan di antara armada-armada besar itu, ada dua bangsa yang paling berambisi: Spanyol dan Portugal. Keduanya berasal dari Semenanjung Iberia. Mereka bertetangga, tetapi memilih jalan sejarah yang berbeda.
Gadis cantik bernama Nusantara
Baca Selengkapnya

