Peluang kerja dari perkembangan sektor energi terbarukan, foto: ICA Solar.
Sobat EBT Heroes! Transisi energi di Indonesia bukan hanya soal mengganti pembangkit listrik berbahan bakar fosil dengan energi yang lebih bersih. Di balik pembangunan berbagai proyek energi baru terbarukan (EBT), terdapat peluang besar bagi terciptanya lapangan kerja baru di berbagai sektor.
Hal ini terlihat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang diterbitkan Kementerian ESDM. Dokumen tersebut memproyeksikan ratusan ribu tenaga kerja akan dibutuhkan untuk mendukung pembangunan pembangkit energi terbarukan, mulai dari tahap perencanaan, konstruksi, hingga operasional.
Dari seluruh subsektor energi terbarukan, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) diproyeksikan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kebutuhan mencapai 348.057 orang. Angka ini jauh melampaui subsektor EBT lainnya.
Di posisi berikutnya terdapat PLTA dan PLTM yang diperkirakan menyerap 129.759 tenaga kerja, disusul PLTA Pump Storage sebanyak 94.195 orang. Sementara itu, industri baterai yang menjadi pendukung penting transisi energi juga diproyeksikan membuka 68.193 lapangan kerja.
Baca Selengkapnya

