Cimahi dikenal sebagai Kota Tentara, dan tidak hanya karena kehadiran fasilitas militer aktif di sana. Kota ini juga menyimpan jejak fisik dari masa ketika Belanda membangun kawasan militer besar di ujung barat Bandung pada akhir abad ke-19.
Salah satu yang paling mudah ditemukan adalah The Historich, sebuah gedung di Jalan Gatot Subroto No. 29, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, yang dibangun pada 1886 bersama Rumah Sakit Dustira dan Penjara Poncol sebagai bagian dari pengembangan Garnizun Cimahi.
Nama aslinya adalah Societeit Voor Officieren, sebuah ruang sosial khusus untuk para perwira dan bangsawan Belanda. Di dalamnya berlangsung pesta, dansa, pertunjukan teater, pemutaran film, dan permainan billiard.
Tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Setelah kemerdekaan, gedung ini beralih ke tangan militer Indonesia, berganti nama menjadi Balai Prajurit Sudirman, dan sejak itu terus berganti fungsi, dari Gedung DPRD Kota Cimahi hingga tempat pelatihan bulu tangkis.
Pada 2012, seorang pengusaha bernama Pery Tristianto menyewa gedung ini dan memberinya nama baru: The Historich, gabungan dari kata history dan rich, yang secara harfiah berarti kaya akan sejarah.
Sekilas Mengenai The Historich
Pembangunan kawasan militer di Cimahi dimulai setelah Cimahi dipilih sebagai pusat militer Belanda pada 1896, tidak jauh dari Batavia yang saat itu menjadi pusat pemerintahan kolonial.
Societeit Voor Officieren adalah salah satu fasilitas pendukung yang dibangun untuk menjaga moral dan kesejahteraan para perwira, sebuah praktik umum dalam manajemen militer Belanda yang percaya bahwa prajurit yang terhibur akan lebih efektif di lapangan.
Arsitektur bangunannya bergaya Indische Empire Style, perpaduan antara gaya Kekaisaran Romawi dan sentuhan tropis yang disesuaikan dengan iklim Hindia Belanda. Empat pilar besar di bagian depan adalah ciri yang paling menonjol dan paling sering dijadikan latar foto oleh pengunjung hari ini.
Hingga kini, arsitek resmi bangunan ini belum diketahui secara pasti, meski ada dugaan keterlibatan Kapten der Genie Fischer dan asistennya VL Slors yang memimpin pembangunan kawasan Garnizun Cimahi secara keseluruhan.
Kondisi fisik bangunannya relatif terjaga. Bagian eksterior yang menghadap jalan sebagian besar masih dalam bentuk aslinya, dan struktur utama bangunan masih kokoh untuk sebuah gedung yang sudah melampaui usia 130 tahun.
Daya Tarik Utama The Historich
Daya tarik utama The Historich ada pada nilai historikal dan arsitekturnya. Memasuki halaman gedung, keempat pilar besar di fasad depan langsung menegaskan karakter bangunan bergaya kolonial Eropa yang tidak banyak tersisa dalam kondisi baik di kawasan Jawa Barat. Halaman luarnya cukup luas dan terbuka, sehingga terasa nyaman untuk dijelajahi.
Di dalam gedung terdapat panggung khusus yang digunakan untuk berbagai pementasan seni dan pertunjukan. Gedung ini aktif menjadi tempat pameran UKM, seminar, festival seni budaya, dan bahkan resepsi pernikahan
Saat tidak ada acara besar, area dalam gedung hanya bisa dimasuki pengunjung terbatas, tapi bagian luarnya tetap terbuka dan sudah cukup memuaskan bagi yang datang untuk menikmati nilai historisnya.
The Historich juga sering menjadi tujuan study tour bagi pelajar dan mahasiswa dari Cimahi dan sekitarnya, mengingat kontribusinya sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang paling representatif di kota ini.
Akses Menuju The Historich
The Historich beralamat di Jalan Gatot Subroto No. 29, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Bagi yang menggunakan kereta api, stasiun terdekat adalah Stasiun Baros yang berjarak sekitar 700 meter atau beberapa menit berkendara dari lokasi.
Dari Terminal Leuwi Panjang Bandung, jaraknya sekitar 16 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dalam kondisi lalu lintas normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa menjangkau lokasi, dan area parkir tersedia di kawasan gedung. Ojek online juga beroperasi di Cimahi sebagai pilihan yang praktis.
Jam Operasional dan Harga Tiket
The Historich buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Tiket masuk gratis. Biaya akan muncul jika pengunjung ingin menyewa gedung untuk acara tertentu, dan tarif sewa bisa dikonfirmasi langsung kepada pengelola. Fasilitas yang tersedia meliputi area parkir, toilet, aula, panggung pementasan, dan area outdoor.
Ayo Berkunjung ke The Historich!
The Historich cocok untuk Kawan GNFI yang sedang di Bandung atau Cimahi dan ingin menjelajahi sisi lain kota ini di luar destinasi wisata alam yang lebih umum.
Datanglah pagi hari saat suasana belum terlalu ramai, amati detail arsitektur kolonialnya, dan jika kebetulan ada pementasan atau pameran saat kunjungan, itu adalah bonus yang sangat layak untuk Kawan kunjungi. Selamat berkunjung!


