kunjungan wisman ke indonesia tembus 12 juta australia jadi penyumbang terbesar - News | Good News From Indonesia 2026

Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 12 Juta, Australia Jadi Penyumbang Terbesar

Kunjungan Wisman ke Indonesia Tembus 12 Juta, Australia Jadi Penyumbang Terbesar
images info

Foto oleh Eyestetix Studio di Unsplash


Ikuti GNFI di WhatsApp

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 12,01 juta sepanjang Januari hingga September 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka tersebut sebagai jumlah kunjungan tertinggi sejak 2020, sekaligus mendekati capaian sebelum pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyampaikan bahwa jumlah kunjungan tersebut tumbuh 5,01 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Meski demikian, capaian tersebut masih sedikit di bawah periode Januari-September 2019 yang mencatat 12,10 juta kunjungan.

Data tersebut menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan asing ke Indonesia telah mendekati tingkat kunjungan sebelum pandemi. Selisih antara capaian Januari-September 2026 dan periode yang sama pada 2019 tercatat sekitar 90 ribu kunjungan.

Secara bulanan, BPS mencatat 1,43 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada September 2026. Dari jumlah tersebut, 1,28 juta kunjungan masuk melalui pintu masuk utama, sedangkan 144.806 kunjungan lainnya tercatat melalui pintu masuk perbatasan.

Berdasarkan negara asal paspor, Australia menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbesar pada September 2026 dengan kontribusi 17,43 persen.

Malaysia berada di posisi kedua dengan porsi 16,76 persen, disusul Tiongkok sebesar 10,76 persen.

Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali menjadi pintu masuk utama yang paling banyak digunakan wisatawan asing. Kedatangan melalui bandara tersebut terutama didominasi pemegang paspor Australia.

Dominasi wisatawan Australia juga berkaitan dengan posisi Bali sebagai salah satu tujuan perjalanan internasional. Sementara itu, Malaysia dan Tiongkok menjadi dua negara asal lainnya dengan kontribusi besar terhadap kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Selain mencatat jumlah kedatangan, BPS juga mengukur pengeluaran wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia. Pada triwulan III-2026, rata-rata pengeluaran wisman mencapai US$1.374,48 per kunjungan.

Nilai tersebut meningkat dibandingkan triwulan II-2026 maupun periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dari berbagai komponen pengeluaran, akomodasi menjadi pos belanja terbesar dengan rata-rata US$497,12 per kunjungan. Pengeluaran untuk makanan dan minuman menempati posisi berikutnya sebesar US$271,33, sedangkan belanja dan cendera mata mencapai US$148,93.

Besarnya pengeluaran untuk akomodasi menunjukkan bahwa kebutuhan tempat menginap menjadi komponen belanja terbesar wisatawan asing selama berkunjung ke Indonesia. Pengeluaran untuk makanan dan minuman juga mengambil porsi cukup besar dalam anggaran perjalanan mereka.

BPS juga mencatat peningkatan rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara di Indonesia. Pada triwulan III-2026, wisman menghabiskan waktu rata-rata 11,01 malam selama berada di Indonesia.

Dari sisi maksud perjalanan, sebanyak 79 persen wisatawan mancanegara datang ke Indonesia untuk berlibur. Sementara itu, dari sisi pilihan tempat menginap, sekitar 60,95 persen wisatawan memilih hotel berbintang.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.