2 1 juta orang kunjungi lawang sewu dan museum ambarawa wisata sejarah kereta api kian diminati - News | Good News From Indonesia 2026

2,1 Juta Orang Kunjungi Lawang Sewu dan Museum Ambarawa, Wisata Sejarah Kereta Api Kian Diminati

2,1 Juta Orang Kunjungi Lawang Sewu dan Museum Ambarawa, Wisata Sejarah Kereta Api Kian Diminati
images info

Lawang Sewu/KAI


Ikuti GNFI di WhatsApp

Lebih dari 2,1 juta orang mengunjungi Lawang Sewu di Semarang dan Museum Kereta Api Ambarawa, Jawa Tengah, sepanjang 2024 hingga Agustus 2026. Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan bahwa wisata sejarah masih memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, sekaligus menjadi peluang untuk memperkenalkan perjalanan panjang perkeretaapian Indonesia kepada generasi muda.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus mendorong pengembangan aset heritage sebagai ruang edukasi, pelestarian sejarah, sekaligus destinasi wisata. Berbagai bangunan, stasiun, hingga sarana kereta api bersejarah kini dimanfaatkan untuk menghadirkan pengalaman belajar sejarah yang lebih dekat dengan masyarakat.

Berdasarkan data KAI, total kunjungan ke dua destinasi heritage andalannya di Jawa Tengah mencapai 2.127.125 orang. Lawang Sewu menjadi destinasi dengan jumlah pengunjung terbanyak, yakni 1.636.638 orang. Sementara itu, Museum Kereta Api Ambarawa mencatat 490.487 kunjungan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan sejarah perkeretaapian memiliki hubungan erat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Selama lebih dari satu setengah abad, kereta api tidak hanya berperan sebagai moda transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan kota, aktivitas ekonomi, teknologi, hingga berbagai peristiwa penting bangsa.

โ€œDi balik setiap stasiun tua, lokomotif uap, dan bangunan bersejarah, ada cerita tentang masyarakat dan perjalanan Indonesia. Kami ingin museum-museum KAI menjadi tempat anak-anak, keluarga, dan generasi muda mengenal sejarah dengan cara yang dekat, menarik, dan berkesan,โ€ ujar Anne.

Menelusuri Sejarah Kereta Api dari Lawang Sewu hingga Sawahlunto

KAI memiliki sejumlah destinasi heritage yang menawarkan pengalaman sejarah dengan karakter berbeda. Selain Lawang Sewu dan Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah, terdapat Museum Kereta Api Bondowoso di Jawa Timur serta Museum Kereta Api Sawahlunto di Sumatra Barat.

Lawang Sewu menjadi salah satu bangunan bersejarah yang paling dikenal di Semarang. Gedung tersebut mulai digunakan sebagai kantor pusat administrasi perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada 1907. Kini, bangunan ikonik tersebut menjadi destinasi wisata sejarah yang menghadirkan koleksi benda, dokumentasi, dan informasi mengenai perkembangan transportasi kereta api di Indonesia.

Sementara itu, Museum Kereta Api Ambarawa menawarkan pengalaman berbeda melalui koleksi lokomotif uap, kereta bersejarah, serta peninggalan teknologi perkeretaapian. Museum ini menempati bekas Stasiun Willem I yang mulai beroperasi pada 21 Mei 1873, bersamaan dengan pembukaan jalur Kedungjatiโ€“Ambarawa.

Di Jawa Timur, Museum Kereta Api Bondowoso menyimpan rekam jejak peristiwa Gerbong Maut yang menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Adapun Museum Kereta Api Sawahlunto memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pertambangan batu bara di Sumatra Barat. Kawasan ini menjadi bagian dari warisan pertambangan Ombilin yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia. Salah satu koleksi yang menjadi daya tariknya adalah lokomotif uap E1060 atau dikenal dengan nama Mak Itam.

โ€œSetiap museum memiliki cerita yang berbeda. Ada perjalanan teknologi, kehidupan masyarakat, perkembangan kawasan, hingga sejarah perjuangan bangsa. Keberagaman ini menjadi daya tarik yang dapat memperkaya pengalaman wisata dan pembelajaran lintas generasi,โ€ kata Anne.

Selain museum, KAI juga mencatat sebanyak 656 aset heritage yang telah berstatus cagar budaya maupun masih dalam proses penetapan. Aset tersebut meliputi stasiun, bangunan, struktur, serta sarana perkeretaapian yang tersebar di berbagai wilayah operasional.

Sejumlah aset bersejarah tersebut di antaranya Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bandung, Stasiun Semarang Tawang, dan Stasiun Yogyakarta. Selain itu, terdapat jembatan, terowongan, bengkel, depo, hingga lokomotif bersejarah yang menjadi saksi perkembangan jaringan transportasi kereta api di Indonesia.

Rail Heritage Forum 2026 Jadi Momentum Pelestarian Sejarah

Salah satu jejak penting perkembangan perkeretaapian Indonesia dapat ditemukan pada lintas Kedungjatiโ€“Tuntangโ€“Ambarawa di Jawa Tengah. Jalur yang berkaitan dengan perkembangan jaringan kereta api sejak 1873 tersebut menjadi bagian dari sejarah awal transportasi rel sekaligus memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis sejarah.

Untuk memperkuat upaya pelestarian dan memperkenalkan warisan perkeretaapian kepada masyarakat, KAI akan menggelar Rail Heritage Forum 2026 pada 9 November 2026 di Lawang Sewu, Semarang.

Forum tersebut mengangkat tema 1867 & Beyond: Preserving the Past, Shaping the Future. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi untuk membahas nilai sejarah perkeretaapian, pemanfaatan aset heritage, serta peluang kolaborasi dalam menghadirkan pengalaman edukasi dan wisata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tahun 1867 dipilih karena memiliki arti penting dalam sejarah perkeretaapian nasional. Pada 10 Agustus 1867, jalur kereta api Semarangโ€“Tanggung mulai beroperasi. Dari lintasan awal tersebut, jaringan perkeretaapian terus berkembang hingga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia.

โ€œWarisan sejarah perlu terus dikenalkan agar generasi berikutnya memahami perjalanan yang membentuk Indonesia hari ini. Melalui Rail Heritage Forum 2026, kami ingin membuka lebih banyak ruang kolaborasi supaya museum dan aset bersejarah KAI semakin dekat dengan masyarakat,โ€ ujar Anne.

KAI berharap museum perkeretaapian dapat semakin dikenal sebagai pilihan wisata keluarga, tujuan kegiatan pendidikan, sekaligus ruang pembelajaran sejarah Indonesia dari perspektif transportasi, budaya, dan perkembangan kota.

โ€œSejarah kereta api adalah bagian dari cerita kita bersama. Kami mengajak masyarakat datang, melihat, belajar, dan ikut menjaga warisan tersebut agar terus dapat dinikmati oleh generasi mendatang,โ€ tutup Anne.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Kusumo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Kusumo.

RK
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.