mengenal bola tangan olahraga beregu yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Bola Tangan, Olahraga Beregu yang Mengandalkan Kecepatan dan Ketepatan

Mengenal Bola Tangan, Olahraga Beregu yang Mengandalkan Kecepatan dan Ketepatan
images info

Mengenal Bola Tangan, Olahraga Beregu yang Mengandalkan Kecepatan dan Ketepatan | Sumber: PxHere


Apakah Kawan GNFI pernah memperhatikan cabang olahraga yang memadukan kelincahan futsal dengan dinamika lemparan basket? Olahraga bola tangan kini semakin menyedot perhatian pecinta olahraga di Indonesia. Cabang ini menyuguhkan pertunjukan kecepatan, ketepatan operan, serta aksi tembakan yang memikat.

Secara garis besar, dasar dari permainan ini meliputi aksi melempar, mengoper, dan memantulkan bola untuk melesakkan gol. Ukuran bola untuk pertandingan tim putra adalah 58-60 cm, sedangkan untuk pertandingan tim putri adalah 54-56 cm. Pertandingan dimainkan di atas lapangan berukuran 40 ร— 20 meter dengan batas arena penjaga gawang berjarak 6 meter.

Sejarah mencatat bahwa permainan yang menyerupai bola tangan sudah ada dan dimainkan sejak zaman Yunani Kuno dengan sebutan Urania. Pada abad ke-11 Masehi, permainan ini dipopulerkan di Jerman oleh Walther Von Der Vogelweide hingga akhirnya menyebar ke berbagai belanda Eropa dan Amerika.

Pengembangan aturan modern disempurnakan oleh Dr. Karl Schelenz, dan pada 11 Juli 1946 didirikan International Handball Federation (IHF) di Copenhagen, Denmark.

Sebuah Permainan Beregu yang Menargetkan Gawang

Bola tangan atau handball merupakan olahraga beregu yang dimainkan oleh dua tim. Masing-masing tim berkekuatan tujuh orang di lapangan, yang terdiri atas enam pemain area dan satu orang penjaga gawang. Tujuan utama dari permainan ini adalah mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan dalam durasi pertandingan 2 ร— 30 menit.

Dalam mengalirkan bola, para pemain dibatasi oleh aturan pergerakan yang ketat. Pemain tidak diperbolehkan berlari membawa bola tanpa batas, melainkan hanya diizinkan melangkah maksimal tiga langkah sebelum mengoper, memantulkan (dribble), atau melepaskan tembakan. Aturan dasar ini menuntut setiap pemain untuk selalu sigap membaca pergerakan rekan setim.

Tempo permainan bola tangan tergolong sangat cepat karena pergantian posisi dari bertahan ke menyerang dapat terjadi dalam hitungan detik. Kecepatan reaksi, daya tahan fisik, serta strategi operan yang matang menjadi kunci utama untuk meruntuhkan pertahanan lawan.

baca juga

Bukan Basket atau Voli: Apa yang Membuat Bola Tangan Berbeda?

Banyak orang yang baru pertama kali menyaksikan bola tangan sering membandingkannya dengan cabang olahraga bola besar lain. Meski sama-sama dimainkan dengan tangan, bola tangan memiliki karakteristik serta mekanisme permainan yang sangat berbeda secara konkret dari bola basket maupun bola voli.

Perbedaannya dengan bola basket terletak pada target perolehan angka dan kontak fisik. Basket berfokus pada memasukkan bola ke dalam ring tanpa penjaga gawang, sedangkan bola tangan menargetkan tembakan keras ke gawang yang dijaga ketat oleh kiper.

Selain itu, area penjaga gawang sejauh 6 meter menjadi zona eksklusif yang tidak boleh diinjak oleh pemain bertahan maupun penyerang.

Dibandingkan dengan bola voli, perbedaannya semakin jelas pada mobilitas pemain dan penguasaan bola. Terdapat kebebasan bagi pemain bola tangan untuk mengontrol bola dengan cara memantulkan dan membawa bola beberapa langkah sebelum dilemparkan.

Hal ini berbeda dari voli yang mengharuskan bola langsung dipukul atau diumpan tanpa boleh digenggam maupun dibawa bergerak melintasi area lapangan.

baca juga

Memahami Cara Bermain, Sistem Poin, hingga Pelanggaran dalam Bola Tangan

Bagi Kawan GNFI yang ingin mulai memainkan olahraga ini, pemahaman alur permainan dasar sangatlah mudah diserap. Angka atau poin diperoleh secara sah ketika bola berhasil melewati garis gawang lawan secara utuh. Tim yang mengumpulkan gol terbanyak hingga babak kedua usai berhak keluar sebagai pemenang.

Penguasaan bola dalam permainan ini diatur dengan batasan fisik dan waktu yang jelas. Sentuhan bola hanya diperbolehkan menggunakan tangan, kepala, badan, paha, dan lutut. Selain itu, setiap pemain hanya diizinkan memegang atau menahan bola paling lama selama tiga detik sebelum membuat keputusan mengoper atau melempar.

Penjaga gawang memiliki hak istimewa untuk bergerak bebas di dalam area gawang berjarak 6 meter dan diperbolehkan melempar bola dengan berbagai cara. Namun, hukuman lemparan 14 meter (atau 7 meter dalam standar IHF modern) akan dijatuhkan apabila pemain bertahan terbukti melakukan pelanggaran keras atau memasuki area gawang untuk menggagalkan peluang emas lawan.

baca juga

Kiprah Timnas Bola Tangan Indonesia di Panggung Internasional

(Preview akan muncul di halaman artikel)

Perkembangan olahraga ini di Tanah Air berada di bawah naungan Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) yang didirikan sejak 16 Agustus 2007. Popularitasnya semakin meluas setelah resmi dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 dan terus menunjukkan pembinaan atlet yang konsisten di berbagai daerah.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil membanggakan di panggung internasional. Prestasi manis diraih oleh tim nasional bola tangan putra Indonesia pada ajang IHF Trophy 2026 yang berlangsung di Chonburi, Thailand, pada 21-25 Oktober 2026.

Dalam kejuaraan tersebut, tim junior Indonesia sukses mengamankan medali perak, sementara timย youth membawa pulang medali perunggu.

(Preview akan muncul di halaman artikel)

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ketua Umum PB ABTI, Zulfydar Zaidar Mochtar, atas perjuangan luar biasa para atlet di Thailand. Keberhasilan tim junior putra yang menumbangkan Filipina dengan skor telak 48-18 pada laga perebutan tempat ketiga diharapkan dapat menggugah semangat seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) ABTI untuk terus menggenjot pembinaan atlet di masa mendatang.

Evaluasi dan peningkatan mental bertanding terus dilakukan oleh jajaran pelatih setelah tim junior putra mengakui keunggulan tuan rumah Thailand di partai final dengan skor 31-37. Hasil positif ini sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi tim putri Indonesia dalam menghadapi persaingan sengit pada ajang IHF Nations Trophy Asia Zona I-B.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Revaldy Maulana Latumeten lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Revaldy Maulana Latumeten.

RM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.