terungkap alasan mengapa kereta api jarak jauh kini berhenti di bekasi dan cikarang - News | Good News From Indonesia 2026

Terungkap, Alasan Mengapa Kereta Api Jarak Jauh Semakin Banyak yang Berhenti di Bekasi & Cikarang

Terungkap, Alasan Mengapa Kereta Api Jarak Jauh Semakin Banyak yang Berhenti di Bekasi & Cikarang
images info

Alasan Mengapa Kereta Api Jarak Jauh Kini Berhenti di Bekasi dan Cikarang | PTKAI


Ikuti GNFI di WhatsApp

Jika diperhatikan, semakin banyak kereta api jarak jauh dari dan tujuan Jakarta yang berhenti di Stasiun Bekasi dan Cikarang. Ternyata ini ada alasannya.
Kereta api jarak jauh yang berhenti di Bekasi dan Cikarang bukan hal yang baru-baru amat. Diketahui, kereta mulai melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Bekasi sejak 1 November 2019, sedangkan di Stasiun Cikarang baru dimulai sejak 1 Februari 2022.

Kini, semakin banyak kereta yang berhenti di Stasiun Bekasi dan Cikarang. Bahkan dalam Grafik Perjalanan Kereta Api alias Gapeka 2026 yang belum lama ini dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), ada tambahan 11 kereta api yang berhenti di stasiun tersebut plus satu stasiun lain yakni Jatinegara. Cikarang mendapat tambahan terbanyak, yakni enam perjalanan, disusul Bekasi mendapat tiga perjalanan, sementara Jatinegara mendapatkan dua perjalanan.

Bukan tanpa alasan PT KAI memutuskan untuk menambah perjalanan kereta yang berhenti di Stasiun Cikarang maupun Bekasi. Ada hal yang jadi pertimbangan mengapa kereta diberhentikan di sana. Apa saja?

"Saat ini semua kereta yang dari Pasar Senen dan Gambir berhenti sebentar di Stasiun Bekasi karena ada perubahan dariย Double-Double Track ke Double Track," ujar Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, di Jakarta, Selasa, 3 November 2026 lalu.

Untuk diketahui,ย double track adalah dua jalur rel yang berdampingan dalam satu koridor, di mana biasanya masing-masing rel digunakan untuk arah perjalanan kereta yang berlawanan. Sementara itu, double-double track adalah dua pasang jalur ganda alias empat jalur rel sejajar dalam satu koridor.

Dari arah Jakarta menuju Bekasi, rel yang ada adalahย double-double track. Namun selepas Stasiun Bekasi, rel yang tersedia hanya double track sehingga kereta api jarak jauh harus berbagi jalur dengan Kereta Rel Listrik Commuter Line.

Alasan kedua, PT KAI melihat adanya peningkatan kebutuhan penumpang yang berasal dari sekitar Bekasi dan Cikarang. Oleh karena itu, dengan adanya kereta jarak jauh yang berhenti di dekat tempat tinggal mereka, penumpang tidak perlu pergi ke Jakarta terlebih dahulu untuk naik kereta. Apalagi, kemacetan di jalan juga semakin meningkat hingga bisa merepotkan penumpang.

"Bisa memberi kemudahan, bisa memberi efisiensi waktu kepada teman-teman yang ada di Cikarang dan sekitarnya, Bekasi, dan juga Jatinegara," lanjut Anne.
Memang ada konsekuensi di balik kemudahan yang diberikan kepada penumpang lewat diberhentikannya kereta di Stasiun Bekasi dan Cikarang, yakni bertambahnya waktu tempuh. Akan tetapi, PT KAI menjamin penambahan waktu tersebut diupayakan kurang dari 10 menit.

Diberhentikannya kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara agaknya disambut positif oleh penumpang. Sebab, data menunjukkan bahwa memang ada peningkatan aktivitas naik dan turun penumpang di sana.

Berdasarkan data yang dihimpun PT KAI, tercatat ada 4,64 juta aktivitas naik dan turun penumpang KA jarak jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Angka tersebut naik 9,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Adapun aktivitas naik dan turun penumpang paling banyak ada di Stasiun Bekasi dengan 2,36 juta, disusul Jatinegara dengan 1,56 juta, dan Cikarang dengan 708.640 aktivitas.

baca juga

ย 

ย 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

๐Ÿšซ AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.